Ini link dari beberapa foto Rossa, ketika ia menjadi pengisi acara pada PU Award yang kemudian ditayangkan di Metro TV pada 5 Desember 2009. Untung ada lensa 300, segalanya jadi bisa lebih jelas dari tribun atas.
Desember 19, 2009 • 3:07 pm 5
Rossa in Action
Desember 14, 2009 • 10:57 am 1
Koin Prita: Seteng Dadi Genteng, Century: Sewu Dadi Awu
Ada dua peristiwa dengan skala perhatian publik besar yang saat ini sedang terjadi secara bersamaan. Namun, keduanya adalah merupakan sebuah anomali, bagi satu sama lainnya: koin Prita dan bailout Century.
Filed under: edukasi, humanisme, motivasi , koin prita, motivasi, parodi, politik, politikana
Desember 6, 2009 • 12:09 pm 1
Gandrung Gadget Jadul

Nggak ada angin, nggak ada hujan. Kelingking kanan juga ndak ndut-ndutan. Apalagi kuping kiri, tak berdenging sama sekali. Dasar rejeki, seorang kawan menghibahkan sebuah smartphone Sony Xperia yang masih sangat oke. Ia hibahkan itu karena ia baru saja menggantinya dengan sebuah blackberry. Jadilah, smartphone itu kini melenggang mengikuti langkah kakiku. Hmmm…setelah kucek di Google, harga perangkat itu, masih sangat tinggi. Bahkan, yang tergolong barang second hand. Meski kepingin, untuk keluar uang sampai Rp 3 juta-an untuk membeli sebuah handphone secondhand, rasanya tak akan.
Read the rest of this entry »
Filed under: corat-coret , gadget, smartphone, sony erisccon
November 22, 2009 • 2:16 pm 0
Neraka (cerbata #2)
Sembilan November lalu, dunia memperingati keruntuhan Tembok Berlin. Kenangan tentang masa-masa kejayaan komunisme di Eropa Timur pun kembali disebut-sebut. Salah satunya tentang anekdot-anekdot yang hidup di masa itu. Kompas menuliskannya di sini: Anekdot Era Komunis Tetap Hidup.
Di antara anekdot yang dirilis kembali oleh Kompas, ada satu yang membuat saya tergelitik. Ini kutipannya:
”Mana yang lebih baik, sebuah neraka komunis atau sebuah neraka kapitalis?
Tentu saja jawabannya neraka komunis! Selalu terjadi kelangkaan korek api dan bahan bakar, pemanas selalu rusak, dan para iblis serta makhluk-makhluknya selalu sibuk dengan pertemuan-pertemuan partai”
Saya pun teringat anekdot serupa yang beberapa hari sebelum tulisan di Kompas itu naik cetak membuat tawa sekelompok komunitas meledak. Masih tentang neraka. Sebuah anekdot yang juga lahir karena perasaan ketertindasan.
Filed under: cerbata, darul islam, humor, joke/humor , darul islam, humor











