kalipaksi dot com

Icon

ruang jurnalisme amatiran: lebih baik menulis daripada tidak

E-Toll Card: “Kartu Debet” Khusus Bayar Tol

e-toll card jasa marga: bisa dibeli di Bank Mandiri dan Indomaret

e-toll card jasa marga: bisa dibeli di Bank Mandiri dan Indomaret

Mengapa ya, kok, pintu tol di Jakarta sering macet. Antrinya panjang sekali. Apalagi di sore hari, pas bubaran kantor. Fiuuuh. Untuk saya pengendara motor (biker), jadi hanya sesekali saja mengalami macet di pintu tol.

Saya heran kenapa tidak diterapkan saja cara pembayaran tol elektronik otomatis “sistem tembak” gaya Malaysia. Waktu ke Malaysia tiga tahun lalu, saya terkesan dengan cara pembayaran jalan tol di negeri itu, yakni dengan cara memasangi setiap unit mobil akan dipasang semacam pemancar, yang telah diisikan saldo sejumlah tertentu, yang setiap melewati pintu tol maka saldo itu akan terpotong atau berkurang secara otomatis. Jadi, mobil tak perlu berhenti di gardu tol untuk menukar uang dengan kartu.

Aha, akhirnya  Jasa Marga menerapkan juga cara elektronik dalam pembayaran jalan tol.  Tapi, kok, sepertinya setengah-setengah ya. Memang, pelanggan tak perlu lagi mengeluarkan uang recehan ribuan atau lima ribuan, atau bahkan menunggu uang kembalian. Cukup dengan menggesek kartu berlangganan, yang bisa dibeli di Bank Mandiri.

Kata teman saya yang orang Jasa Marga, “yah, nanti jika pakai sistem elektronik seperti di Malaysia, Jasa Marga harus mecat banyak orang doong.”  Fiuuh. Kok begitu ya.

So, seperti apa sistem e-toll card keluaran Jasa Marga dan Bank Mandiri itu?

e-toll card versi warna hitam.

e-toll card versi warna hitam.

Sistem baru bagi pembayaran tol itu diberi nama Electronic Tol Collection System. Teknologi yang digunakan untuk pembayaran e-payment ini menggunakan kartu prabayar contactless smart card yang disebut e-toll card.

Memang, sistem ini akan relatif mempermudah para pengguna tol karena tidak perlu lagi membayar karcis tol dengan uang kertas, cukup dengan sebuah perangkat kartu prabayar. Sistem baru ini diharapkan menjadi solusi antrean panjang yang sering terjadi di pintu gerbang tol akibat aktivitas pembayaran menggunakan uang (cash handling), yang sudah dirasa semakin tidak efektif. (Wah, semoga saja begitu)………

Waktu yang dibutuhkan juga lebih singkat dibanding pembayaran secara manual.   Selama ini, bahkan hingga sekarang, sebelum memasuki gerbang tol, para pengendara akan disambut dengan sebuah baliho bertuliskan: ‘Harap Membayar Dengan Uang Pas’. Namun toh pada kenyataanya, meski sudah dianjurkan membayar dengan uang pas, banyak di antara konsumen tol yang menggunakan uang ‘besar’ dengan berbagai alasan, mulai dari tidak tahu tarif hingga tujuan lain, seperti hendak merecehkan uang.

Alhasil, jika setiap transaksi ini memerlukan waktu 15 detik, maka untuk urutan ke-10 akan mendapat giliran setelah 150 detik berikutnya, atau sekitar 2,5 menit. Bagaimana dengan urutan yang ke-100?

Dengan alasan itulah maka Jasa Marga memutuskan untuk segera menerapkan sistem kartu tol elektronik, yang sesungguhnya bukan barang baru dalam manajemen jalan tol di banyak negara.

Negara tetangga Malaysia, bahkan sudah menerapkan pola ini sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, cara ini sudah digunakan di Amerika sejak tahun 1986 lalu. Jika transaksi di gerbang tol dengan sistem terbuka dibutuhkan waktu sekitar 7 detik, dengan menggunakan e-toll card ini bisa kurang dari 4 detik.

”Dengan waktu transaksi yang lebih cepat, akan mengurangi panjang antrean di gerbang tol,” kata Om Frans S Sunito, Direktur Utama Jasa Marga.

Cara bertransaksi di gardu tol dengan menggunakan e-Toll Card sangat mudah. Bagaimana?

Pengguna tol menyerahkan e-Toll Card kepada petugas di gardu tol untuk kemudian disentuhkan ke card reader sesuai dengan golongan kendaraan. Saldo uang pada e-Toll Card akan berkurang sesuai tarif tol yang telah ditentukan. Kemudian, petugas tol menyerahkan kembali e-Toll Card dan tanda terima pembayaran kepada pengguna tol.

Pola kerja e-toll card ini memang agak berbeda dengan sistem pembayaran tol elektronik ala Amerika, yakni dengan cara memasangi setiap unit mobil akan dipasang semacam pemancar, yang telah diisikan saldo sejumlah tertentu, yang setiap melewati pintu tol maka saldo itu akan terpotong atau berkurang secara otomatis.

Dengan memasang semacam transporder di dalam mobil, dapat ditentukan apakah mobil-mobil yang melintas terdaftar dalam program atau tidak. Jika terdaftar alat ini akan mendebit rekening secara elektronik tanpa harus menghentikan mobil atau membuka jendela. Sedangkan bagi kendaraan yang belum tedaftar alam akan berbunyi.

Tak berbeda dengan di Amerika, di Malaysia, sistem serupa juga diterapkan dengan mengadopsi dua sistem sekaligus, yakni SmartTAG dan Touch’n Go. Pada prinsipnya SmartTAG serupa dengan apa yang diterapkan di Amerika: sebuah alat dan sistem pembayaran elektronik dalam kendaraan yang memancarkan data inframerah. Sedangkan, saudaranya Touch ‘n Go (TnG) adalah kartu pintar (smart card) tanpa sentuh. Selain digunakan sebagai alat pembayaran, jalan tol kartu ini juga merupakan perintis pengenalan Visa Credit Card dan MasterCard PayPass di Malaysia. Satu lagi kelebihan Touch n’Go, ia juga semacam dompet elektronik yang bisa digunakan di semua tempat yang berlogo Touch ‘n Go. Touch ‘n Go sendiri diluncurkan dua tahun lebih awal dari SmartTag, yaitu pada tahun 1997. ***

Penerapan Electronic Tol Collection System yang dilakukan oleh Jasa Marga ini  didukung Bank Mandiri. T

Beberapa catatan penting tentang E Toll Card:

  • Kartu Langganan Tol (KLT), yang hanya berlaku tiga bulan. Masa berlaku e-Toll Card tidak terbatas dan bisa digunakan di semua ruas yang bertanda e-Toll Card. Selama saldo mencukupi, kartu tersebut masih dapat digunakan sebagai alat transaksi.
  • Nilai nominal e-Toll Card ini bisa mencapai Rp 1 Juta dalam satu kartu. Sementara jika dibandingkan dengan KLT, maka satu buku dengan isi sepuluh lembar nominal cuma Rp55 ribu.
  • Saat ini, fasilitas e-Toll Card sudah dapat dinikmati di tiga ruas tol, yakni ruas Cawang-Cengkareng, Cawang Tanjung Priok-Pluit dan Cikupa-Merak.

Anda ingin memilikinya? Datang ke Bank Mandiri terdekat untuk memesan dan memasukkan saldo sesuai dengan keinginan. Selain itu isi ulang dapat dilakukan dengan Mandiri Internet, Mandiri SMS serta melalui jaringan Indomaret.

NB: tulisan ini saya sunting dari artikel yang pernah saya tulis untuk Majalah KIPRAH edisi 32/2009.

Filed under: Infrastruktur, bisnis , , ,

Leave a Reply