kalipaksi dot com

Icon

ruang jurnalisme amatiran: lebih baik menulis daripada tidak

Puisi Anak “Ibu dan Facebook”

Dasar katrok. Kok, saya baru tahu jika ada seorang anak kecil,  yang puisi sederhananya punya daya ledak yang begitu dahsyat.  Padahal, sudah hampir sepekan info unik ini beredar. Anak kecil itu, konon dari yang saya baca, memang seorang anak yang ekspresif. Serafina Ophelia Simanjuntak, itu nama gadis pintar berusia 9 tahun, yang seorang anak kelas 4 SD Bellarminus 2 Bekasi.

Puisi yang ia tulis tak sampai lima menit itu, konon, memang menggambarkan betapa erat hubungan antara sang ibu dan situs jejaring sosial itu. Puisi ini dibuat Rafin, panggilan akrab Serafina, bulan Januari 2009 lalu. Orangtua Serafina lantas meng-upload dalam note mereka di facebook.

Di luar dugaan, yang merespon cukup banyak. Oleh karena itu, ibunda Rafin, Reko Alum, langsung mengikutkan puisi itu ketika Pusat Kebudayaan Perancis (CCF) menggelar lomba puisi lucu.

Serafina Ophelia
Serafina Ophelia

Dari sekitar 100 puisi yang ikut serta, ada 15 yang ditampilkan di Taman Menteng 14 Maret  lalu. Puisi Rafin masuk tiga besar yang menjadikannya berhak mendapatkan hadiah kursus tiga bulan belajar bahasa Perancis.“Puisi itu dibuat Rafin dalam waktu tidak sampai lima menit. Dia memang sering melihat saya sedang asyik di laptop dengan facebook. Puisi itu tidak dibuat khusus untuk lomba itu,” kata Reko seperti dikutip VivaNews.

Rafin yang lahir 30 Oktober 1999 memang dikenal sangat ekspresif. Ia bahkan pernah mengirim surat pada atasan ayahnya. Rafin menanyakan kenapa ayahnya selalu dapat tugas yang memaksanya harus pulang pagi tiap kali pergi bekerja.

Singkat cerita, Rafin akhirnya mentas di sebuah kegiatan Komunitas Bunga Matahari (BUMA, komunitas pecinta puisi). Dengan gayanya yang lucu,  akhir pekan pertengahan Maret 2009 lalu, Serafina membawakan puisinya dan mendapat apresiasi yang sangat antusias dari seluruh yang hadir.

Dan, video tentang Rafin, yang sedang membacakan puisinya itu baru saya terima tadi siang, melalui pesan masuk dari seorang teman. Huh, kenapa baru sekarang? Betapa tidak, saya pun tak sabar untuk segera mem-forward video itu ke para “emak-emak fesbuk” yang menjadi kontak/jejaring saya di akun fesbuk yang saya miliki.

Sungguh, puisi ini menggambarkan wajah para penggandrung fesbuk, khususnya para ibu–yang kadang-kadang lupa secara tak sadar tersedot sihir situs jaringan sosial itu.  Lha, kok ya, kritik itu justru datang dari anak-anak.  Istriku terpingkal-pingkal menonton video Rafin ketika membacakan puisinya itu.

“Lucu, ya,” kata istriku. Tapi, sepertinya ia merasa tersentil juga. Memang, terkadang kritik dari seorang anak kecil bisa lebih mengena ketimbang kritik dari orang dewasa.

Oh ya, bagi yang belum melihat video itu. Ini dia:

Dan, ini dia lirik dari puisi Rafin, berjudul: “Ibu dan Facebook”

Ibu
Facebook
Hubungannya erat sekali.

Setiap hari, sehabis mandi
selesai makan
Sehabis apapun…

Dalam hatiku,
aku berpikir
mau kemanakah gerangan ia.

Notebook.

Tapi apa yang selalu ia lihat di notebook
Facebook.

Setiap hari, tawanya menggema

Sampai kapankah hubungan erat antara Ibu dan Facebook
Mungkin sampai akhir hayatnya.

Notebooknya akan dibawanya… ke…surga

Filed under: internet, parodi , , ,

36 Responses

  1. MEILINDA mengatakan:

    aduuh ojaaan.
    terus gimana si Ibu?tetep gila fb?
    mau dong fbnya si Ibu itu

  2. muntoha mengatakan:

    hanya bisa senyum ^_^ ulasan yang menarik….

  3. Yoga mengatakan:

    Aku suka gayanya yang rileks banget. Ingin tahu, gedenya jadi apa. :)

  4. sanggita mengatakan:

    Anak hebat. Kritis dan berani mengekspresikan ungkapan hatinya. Duh, jangan bunuh keberanian dan kreativitasnya itu dengan diberi stempel anak bandel ya. Semoga.

  5. Astri Onengan mengatakan:

    Ingin tahu lebih banyak mengenai sang penyair cilik kritis dan berbakat Serafina Opehlia dan puisinya yang berjudul “Ibu dan Facebook”?

    Dengarkan wawancaranya di FeMale Radio 99.5 FM Jakarta
    Rabu, 25 Maret 2009 antara pk 8.00 – 9.00

    CCF Jakarta & Komunitas Bunga Matahari

  6. WangMuba mengatakan:

    Nice. Thanks ya tuk infonya

  7. [...] Teringat pada  Serafina Ovelia, [...]

  8. warm mengatakan:

    keren anaknya,
    dan buat ibunya,
    smoga cepat insyaf hihihi

  9. bodrox mengatakan:

    anak sekecil itu dah pinter buat puisi.
    sip dah :)

  10. canggih mengatakan:

    auooooooooooooooo……………

  11. dince mengatakan:

    fb emang bqn orang lupa.lupa waktu..lupa semuanya..anak yg baik..
    di jaga y ibunya,jng ampe maen FB trusss…lol..

  12. cangcingis mengatakan:

    tepat waktu, tepat guna ….. anak yang dibimbing Tuhan untuk mengingatkan kita para orang tua ……… bravo fina … GBU

  13. arman mengatakan:

    wealah…. wealah… ada2 sajah… ^_^

    TP keren kok hebat2

  14. Sally mengatakan:

    she’s still a lil’girl..she just expresses what she feels and what she sees..not more or less…so i think, its really sincere from her heart..great job girl..

  15. Yanto mengatakan:

    Oh Serafina Ovelia..
    Maukah kalau kubelikan Notebook..
    Biar bisa berFB-an sama mama…???
    Gemessss dehh….

  16. Jonni M Mufti mengatakan:

    anak pintar,…tapi mudah2an di surga ada notebook

  17. igusti ayu mengatakan:

    sediiihhh baca ntu puisi…

    tuh buat emak emak…jangan nge EPBI mulu…inget umur..inget suami…inget anak juga…

  18. arie mengatakan:

    cerdas,,

  19. emiliacantika mengatakan:

    semoga dia menjadi yg terbaik buat ibunya,salam buat netobook di surga ya.

  20. Irma Juliati mengatakan:

    Good child…jangan sampai deh, gara2 FB lupa sgalanya.

  21. adinda mengatakan:

    aQ d buatyn donkz

  22. vhiena mengatakan:

    gmn caranya ngajarin buat pintar buat puisi sepintar itu..

  23. SailaAhsan mengatakan:

    Mestinya puisinya di bacakan di panggung ceria Mq 102,7 Fm program Bintang juara kreativitas anak,namanya nyindir pake seni atau seni menyindir ya ? What ever,nice art
    Sweet rafin.

  24. Silvya azalea mengatakan:

    Iya ni fb-an mang bs bkin qt jd lupa wktu……moga anakq keysia bsarx scerdas serafina ya….

  25. plr gratis mengatakan:

    ungkapan hati yang menyentuh dan tepat sasaran….

  26. igor mengatakan:

    selamat menjadi merah tuh muke emak2 yg doyan FB, eeeittt jangan malah cungar cengir…tapi mikir….
    bwt kalo bapak2 sih okey2 saja ya???!!!?

  27. rizal mengatakan:

    aku seneng banget
    punya generasi yang pintar baca puisi
    kirim salam buat EMAK terusin aja fb nya yachhhhhhhhhh!

  28. maulana habib mengatakan:

    menurut saya ibu seperti itu tidak pantas di anggap ibu karena setiap ibu pasti menyayangi anaknya dan tidak akan membiarkan anaknya terlantar…
    buat rafin puisinya bagus buangetttttt….
    layak untuk ikut lomba dan menang dalam kompetensi itu.

  29. IDRIS mengatakan:

    buat EMAK nya rafin…..
    jangan facebook kan terus dong kasihan itu anaknya terlantar…………………………….

    ingat dong..
    sama anak n suaminya….

    gak malu tah????????????????????????????????
    inget sama umur buuuuuukkkkkkkkkkkk??????????????

  30. nila mengatakan:

    buat emaknya rafin….

    bagus tuh facebook kan terus tapi jangan ngelupain anaknya tuh…

    jangan2 facebook kan,buat cari suami baru tuh….
    cie…cie….
    SALAM BUAT EMAKNYA RAFIN SELAMAT MENIKMATI AJA YACH FACEBOOK KAN NYA????????
    OKEY………………………………………

  31. SULE mengatakan:

    KAU MEMANG TAK PANTAS MENJADI SEORANG IBU….

    BUAT RAFIN PUISINYA TOP MARKOTOP???????????

    AWAS ADA SULE………….PRIKITIEW……….
    SALAM SETIA

  32. ICHA mengatakan:

    BUAT RAFIN YANG TABAH JA WEZZZZ………
    JANGAN PUTUS ASA BUAT NYADARIN IBU KAMU….
    AND TETAPLAH BERKARYA………
    SEMOGA JA KAMU BISA JADI LEGEND DI INDONESIA…….

  33. goosleem mengatakan:

    emmmh kaciaaan deh rafin
    kamu dicuekin ibunya
    hanya gara-gara FB

  34. alex mengatakan:

    kritik lugu buat seorang ibu….buat rafin hormati ibumu…bagamanapun juga dia tetap ibumu…

  35. -----------------------------------------------------------------wanti rahmawati---------- mengatakan:

    baru liat ni…subhanallah…ungkapan jujur dan polos dari seorang anak yg mungkin hak nya sedikit ‘terabaikan’ dr seorang ibu :) teringat anak didik saya disekolah…kira2 ceritanya sama…dia mengeluh kpd gurunya, ibunya main fb trus!makanya dia kesiangan sekolah trus.

  36. zakir mengatakan:

    mau sampai kpn c ibu terus mikirin facebook ??

Leave a Reply