kalipaksi dot com

Icon

ruang jurnalisme amatiran: lebih baik menulis daripada tidak

Caleg yang Lolos Pun Berpotensi Soft Psikopatik

legislator psikopatik = legislator hitam

legislator psikopatik = legislator hitam

Beberapa hari ini, perbincangan tentang caleg stres yang gagal menjadi anggota legislatif masih menjadi salah satu yang terfavorit. Namun, rupanya hal itu mengganggu salah satu dokter spesialis kejiwaan senior di negeri ini, dr Pandu Setiawan SpKJ (63). Sebagai catatan, beliau adalah adik dari budayawan Umar Khayam.  Di Kompas terbitan hari ini: Minggu, 19 April 2009, Dokter Pandu berkata, yang intinya ia pernah mengusulkan penerapan instrumen untuk menggali potensi positif caleg.

Dalam benak dia, jika potensi caleg itu bisa dikembangkan, kelak jika dia dilantik menjadi wakil rakyat maka dengan kekuasaan di tangannya mereka akan memposisikan diri betul-betul sebagai sebagai wakil rakyat.

“Sayang, masukan kami tak direspon,” kata dia.

Pandu termasuk dokter ahli kejiwaan yang percaya bahwa saat ini masih banyak legislator yang tidak sehat jiwanya.

“Yang sudah jadi kemarin kan banyak yang aneh-aneh, yang memperlihatkan ciri-ciri, bukan dalam konsep psikopatik murni, tetapi semacam ’soft psikopatik’, seperti pelecehan seksual, narkoba, judi, dan lain-lain. Mereka yang tertangkap melakukan tindakan tidak terhormat itu berarti kehormatan dirinya rendah. Kehormatan diri itu adalah salah satu ciri keadaban. Orang yang sehat jiwanya akan menghormati dirinya dengan berpikir baik, bertingkah laku baik dan sincere,” kata Pandu.

Pandu juga menengarai gejala soft psikopatik dari gejala para elite politik, yang entah sengaja, entah di bawah sadar, memakai bahasa-bahasa diplomatis politis yang kabur dengan maksud: untuk menyembunyikan, mendistorsi, dan menghapus hal-hal yang seharusnya diungkap secara lengkap.

“Jika manipulasi bahasa yang terus-menerus semacam itu dianggap benar dan kemudian diterima sebagai kebenaran, sungguh, ini sangat mengerikan karena sebenarnya memperlihatkan jiwa yang tidak sehat dari orang itu,” ungkap Pandu.

Waduh, gimana dong jika para caleg yang lolos kemudian ternyata juga mengidap soft psikopatik. Ah, mungkin karena itu, angka golput pada Pemilu 2009 sangat tinggi. Ngapain milih caleg-caleg psikopatik?

Gimana caleg? Gimana para legislator? Ayo dong, jangan mau dianggap psikopatik.

Baca juga:

Filed under: corat-coret, motivasi, politik , , ,

One Response

  1. Puspita W mengatakan:

    Memprihatin sekali…!
    Salam kenal.

Leave a Reply