kalipaksi dot com

Icon

ruang jurnalisme amatiran: lebih baik menulis daripada tidak

Yuk, Melongok Panti Orang Gila

Akhir-akhir ini, artikel di media massa–juga di blog–tantang caleg gagal yang stress merupakan salah artikel favorit. Yeah, karena stres mereka pun akhirnya menghuni rumah-rumah atau panti rehabilitasi. Kali ini, saya tidak akan berbicara tentang mereka (para caleg stress) itu, melainkan tentang Panti Orang Stress dan Orang Gila.  Beberapa tahun lalu, saya dapat kesempatan untuk melakukan liputan ke berbagai panti rehabilitasi mental di beberapa daerah. Dari banyak hal yang saya peroleh dari liputan itu, saya terharu dengan pengabdian para petugas di panti-panti itu, yang merawat para kelayan (sebutan bagi pasien) dengan sepenuh hati.

Berikut saya tampilkan beberapa hasil foto yang saya tangkap dari perjalanan liputan ke panti-panti orang gila tersebut. Foto-foto ini sebelumnya pernah saya publish di blog saya di kalipaksi.multiply.com.  Semoga bermanfaat.

Sula (perempuan di gambar 1), dulu adalah seorang penyanyi dangdut tingkat kecamatan di Brastagi, Sumatera Utara. Cukup terkenal juga. Tapi sejak beberapa belas tahun silam, Sula tak lagi bisa bergoyang di atas panggung. Yups....beban persoalan hidup telah menghantarkan dirinya terdampar di sebuah panti orang gila.

Sula, dulu adalah seorang penyanyi dangdut tingkat kecamatan di Brastagi, Sumatera Utara. Cukup terkenal juga. Tapi sejak beberapa belas tahun silam, Sula tak lagi bisa bergoyang di atas panggung. Yups....beban persoalan hidup telah menghantarkan dirinya terdampar di sebuah panti orang gila di Brastagi.

Selain, Sula di sana juga terdapat perempuan tanpa nama. Yang jelas, ia juga suka bernyanyi. Entah, apakah ia dulu juga seorang penyanyi dangdut.

brastagi011

Perempuan tanpa nama di Panti Rehabilitasi Mental Brastagi

Selain di Brastagi, atmosfer menarik juga saya rasakan di Semarang, di sebuah panti rehabilitasi yang terletak di jalan poros Semarang menuju Kendal.

dengan telaten, Pak Wedha Gunardi memakaikan baju kepada salah seorang kelayan gila di panti.

dengan telaten, Pak Wedha Gunardi memakaikan baju kepada salah seorang kelayan gila di panti. Foto ini saya abadikan tanpa rekayasa.

Karena terkenal perhatian, Pak Wedha sangat akrab dengan para pasien yang sudah berangsur pulih.

Wedha Gunardi berfoto bersama pasien di Panti Persinggahan Margo Widodo, Semarang

Wedha Gunardi berfoto bersama pasien di Panti Persinggahan Margo Widodo, Semarang

Sedangkan beberapa foto di bawah ini adalah beberapa frame tentang klien-klien di Panti Margo Widodo, Semarang tersebut.

liat tatapan matanya. ia dikerangkeng karena suka menyerang.

liat tatapan matanya. ia dikerangkeng karena suka menyerang.

Memotret mereka yang terkena nasib terganggu fungsi psikologisnya (psikotik) memang susah-susah mudah. Yang jelas, memerlukan empati agar foto yang dihasilkan tidak menjadi seolah-olah meledek mereka. Nah, yang itu saya belum bisa.

meski terpaksa terkurung, sesekali mereka keluar untuk melakukan berbagai kegiatan panti.

meski terpaksa terkurung, sesekali mereka keluar untuk melakukan berbagai kegiatan panti.

Foto di bawah ini lagi-lagi bercerita tentang mereka yang terpaksa harus dikurung lantaran kegilaan mereka yang sewaktu-waktu bisa melukai orang lain. Semoga mereka bisa segera lepas dari cobaan nan berat ini.

Anak kecil di sebelah kanan, sudah menghuni panti sejak usia 5 tahun. Ia ditemukan terluka di kepala di pinggir rel kereta. Kemungkinan, ia terjatuh dari kereta. Luka di kepala yang serius membuat ia mengalami gangguang mental.

Anak kecil di sebelah kanan, sudah menghuni panti sejak usia 5 tahun. Ia ditemukan terluka di kepala di pinggir rel kereta. Kemungkinan, ia terjatuh dari kereta. Luka di kepala yang serius membuat ia mengalami gangguan mental.

Baca juga:

Filed under: fotografi, humanisme , , , ,

5 Responses

  1. Octa mengatakan:

    Belum ada ya foto caleg-caleg yang gila paska pemilu tahun ini….

  2. romi mengatakan:

    kasihan banget mas……..

  3. tutinonka mengatakan:

    Mas, saya minta ijin meminjam foto nomor dua dari bawah, untuk ilustrasi tulisan di blog saya. Sudah pasti akan saya berikan keterangan sekaligus link ke posting ini.
    Terimakasih …

  4. shakitjiwa mengatakan:

    sisi lain dari sakit jiwa.. bukan sekedar sakit jiwa.. lebih dari sakit jiwa.. tapi ga mau masuk ke rumah sakit jiwa.. siapa yang sakit jiwaa….. CHAKIT JIWAAAA……hahaha..

  5. Anonymous mengatakan:

    Mas boleh sharing alamat atau contact person pengelola panti yg sudah pernah dikunjungi…bisa dikirim via email ke benny8vianus@hotmail.com… terima kasih sebelumnya

Leave a Reply