kalipaksi dot com

Icon

ruang jurnalisme amatiran: lebih baik menulis daripada tidak

Pengelap Kaca Kantor yang Kini Direktur PDAM

Rahmatullah, Direktur Umum PDAM Bandarmasih di Banjarmasin

Rahmatullah, Direktur Umum PDAM Bandarmasih di Banjarmasin

Ini cerita tentang seorang sahabat di Banjarmasin. Unik tapi mengesankan.  Ceritanya, ketika itu PDAM Bandarmasih milik Kota Banjarmasin baru saja memiliki se­orang Direktur Umum yang baru. Seorang pria yang sangat bersahaja. Bahkan, lantaran kebersahajaannya itu, banyak ‘orang penting’ di Banjar­masin tak yakin bahwa ia adalah seorang Direktur Umum PDAM Ban­dar­masih. Ya, se­buah PDAM dengan prestasi segu­dang.

Pria bersahaja itu memiliki nama Rahmatullah, SE. Suatu ketika, seo­rang pejabat pada sebuah instansi yang berkedudukan di Banjar­masin melayangkan komplain. “To­long cek aliran air di rumah kami, se­pertinya bermasalah,” pinta pejabat tersebut. Rahmatullah, yang ketika itu baru saja dilantik sebagai Direktur Umum, memutuskan untuk ikut turun ke lapangan bersama beberapa staf lapangan.

Tapi, ia tak memberi tahu jati dirinya, yang seorang Direktur Umum. Sebagai ‘mantan’ orang lapangan, kompetensi Rahmatullah melayani komplain pelanggan jelas sudah sangat teruji. Tentu saja, sesuai prosedur standar.

Rupanya, klien ‘istimewa’ PDAM Bandarmasih itu tak puas. Ia pun menelpon Direktur Utama PDAM. “Silahkah temui Direktur Umum,” respon Direktur Umum. Singkat cerita, klien ‘istimewa’ itu pun datang ke kantor PDAM Banjarmasin untuk menemui Direktur Umum. Alangkah terkejut ia, ketika kemudian men­dapati bahwa Direktur Umum PDAM yang hendak ia temui adalah Rah­matullah, orang yang melayani kom­plainnya di rumah.

***

Peristiwa itu, memang hanya salah satu bentuk kebersahajaan Rah­matullah. Bentuk kebersahajaan lain, misalnya, hingga beberapa pekan setelah dilantik sebagai Direktur Umum, ia masih saja hilir mudik dengan mobil Suzuki Carry tua, yang selama ini menemaninya menjalani aktivitas. “Saya nyantai saja pakai mobil tua seperti ini,” ungkapnya kepada saya di Banjarmasin beberapa waktu silam. Bahkan, tak jarang ia meng­gunakan jasa ojek untuk pergi ke Balaikota. Sebelum akhirnya Rah­matullah menerima mobil dinas dari perusahaan, mobil Suzuki Carry itu masih menjadi teman aktivitas ayah dua orang anak ini.

Kebersahajaan Rahmatullah itu bukan sebuah basa-basi. Rahmat adalah prototipe pegawai PDAM Bandarmasih yang merintis karir dari bawah. Selepas tamat dari STM, orientasi Rahmat hanya bisa bekerja sesegera mungkin. “Saya kan harus ikut memikirkan biaya sekolah adik-adik,” ungkapnya. Sebagai lulusan STM, karir Rahmat di PDAM Banjar­masin pun benar-benar berangkat dari ‘bawah’.

Pekerjaan seperti mengelap kaca dan mengepel lantai kantor pernah ia lakoni. Ber­bekal kerja keras dan komitmen terhadap profesi, Rahmat mengaku tak pernah berpikir tentang jabatan. “Prinsip saya, bekerja mengalir seperti air, dan memberikan komitmen penuh pada perusahaan,” ungkapnya.

Tekad keras Rahmat untuk terus belajar akhirnya menghantarnya ke bangku kuliah. “Pulang kerja, saya kuliah. Gaji yang ketika itu belum seberapa saya sisihkan untuk mem­bayar uang kuliah,” kenangnya. Ba­yang­kan, Rahmat masih harus kuliah usai menuntaskan pekerjaan sebagai orang lapangan yang tentu menguras banyak energi. Berbagai pos pekerjaan lapangan pernah dilakoni Rahmat, mulai dari tukang reparasi hingga pencatat meteran. Komitmen yang utuh pada profesi akhirnya meng­hantarkan Rahmat pada posisi staf, Kepala Seksi hingga kemudian menjadi Kepala Bagian Hubungan Langganan, yang juga memerankan peran sebagai Hu­bungan Masyarakat. Karena peran itu, Rahmat berkenalan dengan saya.

Seiring dengan reformasi gra­dual PDAM Bandarmasih di bawah kepe­mimpinan Dirut Zainal Arifin, sistem meritokrasi dan jenjang karir di PDAM Banjarmasin juga ikut mem­baik. Ketika masih menjadi Kasie, Rahmat bahkan sudah mengantongi sertifikat utama, yang menjadi syarat untuk mengikuti tes menjadi jajaran Direksi. Nah, ketika Direktur Umum yang lama, Mardiana memasuki usia pensiun, Rahmatullah pun mengikuti seleksi serta serang­kaian fit and proper test yang dila­kukan oleh sebuah konsultan mana­jemen inde­penden. Hasil tes itulah kemudian yang diajukan ke Walikota Banjar­masin, Yudhi Wahyuni. Dari tiga kandidat yang direkomendasikan, berdasarkan serangkaian tes itu, Wali­kota Banjarmasin akhirnya me­milih Rahmatullah sebagai Direktur Umum PDAM Bandarmasih, September tahun lalu.

***

figur direksi yang masih hobi turun ke lapangan

figur direksi yang masih hobi turun ke lapangan

Usai shalat Dzuhur berjama’ah, Rahmatullah tampak sedang ber­cengkerama dengan para karyawan di masjid, yang berada di dalam kompleks perusahaan. Ya, sebuah kebiasaan lama yang hingga kini tetap ia kekalkan. Rahmatullah tetap tidak berubah. Sejak menjadi direksi, ia tetap berkumpul dengan teman-teman seangkatan, yang kini menjadi orang-orang yang ia pimpin. Bahkan, Rahmat kini merasa punya bekal untuk memotivasi mereka. “Sebagian besar dari mereka paham benar karakter saya, yang tidak berorientasi pada jabatan. Kini, saya bisa membuktikan bahwa bekerja secara ikhlas dan berkomitmen utuh pada profe­sio­nalisme pada akhirnya bermuara pada karir,” simpul Rahmatullah.

Begitulah, sekelumit kisah ten­tang Rahmatullah. Pegawai biasa, yang akhirnya bisa menapakkan diri di kursi direksi. Akankah kisah ini menginspirasi? Terserah Anda.

(by sofwan ardyanto untuk Majalah KIPRAH Edisi 32)

Baca juga:

Filed under: manajemen, motivasi, politik, tokoh , , , , , ,

8 Responses

  1. mutiara mengatakan:

    Kerja keras yang berhadiah. Selamat pak :)

  2. mesin kasir mengatakan:

    cerita teladan, bisa kita jadikan inspirasi, coba saja banyak pemimipin kira bisa bersahaja dan benar benar bekerja keras, negara ini akan maju

  3. Bacablog mengatakan:

    Tulisan ini jadi Tulisan Pilihan Hari ini di Bacablog.com :)

  4. muntaz mengatakan:

    GRATISSS
    Mau Tahu tentang handphone … dan harga-harga terbaru…sepuluh handphone terfavoriy..DLL.
    Ada juga ShoutChatBox Yang Ada Dijual Handphone BARU DAN BEKAS… dan anda kalau mau menjual handphone atau barang elecktronik lainnya GRATIS
    datang ke web saya…… SILAHKAN DATANG…Terima Kasih
    http://muntaz.wordpress.com/

  5. muntoha mengatakan:

    wah kalo yang ini gue banget… maksudnya aku suka banget… moga aja aku bisa niru jejak dan karakter beliau.. apapun kondisinya tetap sederhana

  6. Wiwied mengatakan:

    Wah hebat, contoh teladan buat kita semua.
    Kadang kita kalo dah dapet jabatan dikit, langsung gengsi nya selangit.
    Beda banget sama Pak Rahmatullah ini.
    Salut!

  7. dobelden mengatakan:

    mantep ituh… terharu saya membaca kisahnya

  8. cahpamulang mengatakan:

    Hebat!
    Jadi malu kami jadinya.

Leave a Reply