November 14, 2009 • 1:37 pm

Adwin Suryohadiprojo (foto by: sofwan)
Adwin Haryanto Suryohadiprojo
Setelah hampir full time sekolah hingga meraih gelar doktor di Negeri Paman Sam, DR. Ir. Adwin Haryanto Suryohadiprojo, MBA, baru mengawali karir profesionalnya pada tahun 1991 di PT. PAL Indonesia. Jabatan pertamanya, sebagai seorang production planner. Tujuh tahun kemudian, sosok yang sudah mulai dilirik BJ Habibie sejak masih kuliah di Amerika ini, sudah duduk di kursi Direktur Utama PT. PAL Indonesia pada usia yang relatif masih sangat muda, 39 tahun. Ia menduduki jabatan itu selama sembilan tahun (1998-2007), jauh lebih lama dari perjalanan karirnya menuju jabatan puncak itu, yang hanya tujuh tahun.
Usianya baru 39 tahun ketika dilantik sebagai Direktur PT. PAL Indonesia. Jelas, pasti ada yang spesial dengan orang ini. Terlebih, perusahaan milik negara yang dipimpinnya, merupakan bagian dari proyek industri strategis yang dicanangkan BJ Habibie. Catatan rapor biru lainnya, di bawah kendalinya, BUMN yang bermarkas di Surabaya ini berhasil menangguk laba. Meski, ia selalu berkilah, “ini kerja tim, bukan semata lantaran saya seorang.”
Read the rest of this entry »
Filed under: biografi, bisnis, manajemen, tokoh , Adwin, biografi, bisnis, Kapal, motivasi, PT PAL, tokoh

e-toll card jasa marga: bisa dibeli di Bank Mandiri dan Indomaret
Mengapa ya, kok, pintu tol di Jakarta sering macet. Antrinya panjang sekali. Apalagi di sore hari, pas bubaran kantor. Fiuuuh. Untuk saya pengendara motor (biker), jadi hanya sesekali saja mengalami macet di pintu tol.
Saya heran kenapa tidak diterapkan saja cara pembayaran tol elektronik otomatis “sistem tembak” gaya Malaysia. Waktu ke Malaysia tiga tahun lalu, saya terkesan dengan cara pembayaran jalan tol di negeri itu, yakni dengan cara memasangi setiap unit mobil akan dipasang semacam pemancar, yang telah diisikan saldo sejumlah tertentu, yang setiap melewati pintu tol maka saldo itu akan terpotong atau berkurang secara otomatis. Jadi, mobil tak perlu berhenti di gardu tol untuk menukar uang dengan kartu.
Aha, akhirnya Jasa Marga menerapkan juga cara elektronik dalam pembayaran jalan tol. Tapi, kok, sepertinya setengah-setengah ya. Memang, pelanggan tak perlu lagi mengeluarkan uang recehan ribuan atau lima ribuan, atau bahkan menunggu uang kembalian. Cukup dengan menggesek kartu berlangganan, yang bisa dibeli di Bank Mandiri.
Kata teman saya yang orang Jasa Marga, “yah, nanti jika pakai sistem elektronik seperti di Malaysia, Jasa Marga harus mecat banyak orang doong.” Fiuuh. Kok begitu ya.
So, seperti apa sistem e-toll card keluaran Jasa Marga dan Bank Mandiri itu?
Read the rest of this entry »
Filed under: Infrastruktur, bisnis , Infrastruktur, bisnis, jalan tol

mekanisasi pemerahan-- Dalam sehari, kambing-kambing laktasi di peternakannya bisa menyumbang susu 3 liter per ekornya. Dalam satu periode, paling tidak terdapat 200 kambing laktasi.
teks & pics: sofwan ardyanto
Segarnya susu kambing Hay Dairies. Hay Dairies adalah sebuah usaha peternakan mini di sebuah sudut Singapura. Hanya dengan luas lahan 2 hektare, Mr. Hay mampu menjadi salah satu pensuplai besar susu kambing bagi penduduk Kota Singapura. Otak bisnis Mr. Hay dalam mengambil peluang bisnis ternak kambing memang cerdas. Penduduk Singapura yang sudah sangat metropolis sudah tak begitu minat menjadi peternak. “Keluarga saya keluarga peternak, sejak kecil saya sudah ikut beternak. Sekarang pun bisnis di bidang peternakan,” katanya bangga.
Read the rest of this entry »
Filed under: animal interest, bisnis, traveling , bisnis, pertanian, peternakan, singapura
by: sofwan ardyanto
Sekarang, lantaran krisis keuangan global, saham Bumi Resources memang merosot tajam. Bahkan, ada yang bilang menukik. Tapi, sebelum itu, siapa yang tidak ngiler untuk membeli saham perusahaan milik kelompok usaha Bakrie Corp ini. Waktu itu, harga saham bumi meroket.

Ari Saptari Hudaya, Presdir PT. Bumi Resources (foto: sofwan ardyanto)
Arie Saptari Hudaya, adalah sosok di balik kinclongnya kinerja Bumi Resources itu. Sebagai Presiden Direktur Bumi Resources, Ari ternyata sosok yang ramah. Tidak angkuh. Tidak jaim seperti kebanyakan elite perusahaan besar. Bahkan, terkesan koboy. “Nyantai aja, Wan,” katanya kepada saya setahun lalu. Read the rest of this entry »
Filed under: biografi, bisnis, tokoh , biografi, bisnis, tokoh