kalipaksi dot com

Icon

ruang jurnalisme amatiran: lebih baik menulis daripada tidak

Kunpaksakeun, Bukan Kunfayakun

Ini sebuah kenangan tentang dinamika anak-anak pergerakan Madinah Indonesia–sebutan lain bagi pergerakan NII. Agar tak bias dan menggeneralisir ke NII faksi lain, cerita ini bergulir di kalangan NII faksi Zaytun.

Kun-paksakeun” adalah sebuah istilah yang lahir sebagai sebuah improvisasi spontan di sebagian kalangan aktivis pergerakan kelompok ini pada era dekade 1990-an. Di sel (baca: network/ idariah) Jakarta Barat, para mas’ul (aparat) di kompartemen (pernah disebut dengan istilah “komandemen”) ini semakin familiar dengan diksi: kun paksakeun.  Memang, tak pernah ada penjelasan resmi bahwa diksi ini merupakan plesetan dari “kun fa ya kun“–sebuah penggalan ayat di Surat Yasin, yang terkenal itu.  Entah di sel lain, apakah  para aktivisnya juga sering memunculkan diksi ini dalam dialog-dialog di antara mereka.

***

Di blog ini juga, pada jurnal terdahulu dengan judul: “Kun fa ya Kun” (sebaiknya Anda membaca juga, pen), saya menulis tentang kegelisahan atas pemaknaan kun fa ya kun sebagai sebuah legitimasi mutlak terhadap sikup hidup yang penuh kepasrahan terhadap ketentuan Tuhan atas detail kehidupan manusia, yang seolah-olah menafikan campur tangan upaya manusia.

Di sana, saya menulis:

Read the rest of this entry »

Filed under: cerbata, parodi , ,

Neraka (cerbata #2)

sekadar modifikasi ilustrasi

Sembilan November lalu, dunia memperingati keruntuhan Tembok Berlin. Kenangan tentang masa-masa kejayaan komunisme di Eropa Timur pun kembali disebut-sebut. Salah satunya tentang anekdot-anekdot yang hidup di masa itu. Kompas menuliskannya di sini: Anekdot Era Komunis Tetap Hidup.

Di antara anekdot yang dirilis kembali oleh Kompas, ada satu yang membuat saya tergelitik. Ini kutipannya:

”Mana yang lebih baik, sebuah neraka komunis atau sebuah neraka kapitalis?

Tentu saja jawabannya neraka komunis! Selalu terjadi kelangkaan korek api dan bahan bakar, pemanas selalu rusak, dan para iblis serta makhluk-makhluknya selalu sibuk dengan pertemuan-pertemuan partai”

Saya pun teringat anekdot serupa yang beberapa hari sebelum tulisan di Kompas itu naik cetak membuat tawa sekelompok komunitas meledak. Masih tentang neraka. Sebuah anekdot yang juga lahir karena perasaan ketertindasan.

Read the rest of this entry »

Filed under: cerbata, darul islam, humor, joke/humor , ,

Rompi Sakti (cerbata #1)

rompi sakti

korps "rompi sakti"

Ini kisah beberapa sahabat yang pada kurun waktu periode 2000-2005 bertugas sebagai anggota korps rompi ijo (redaksi Majalah Al-Zaytun), terbitan Ma’had Al-Zaytun (MAZ). Sebagai informasi, tiras majalah (bulanan) itu per edisi cukup besar, yakni pernah 30.000 per edisi.

Karena budaya baju berseragam yang ada di MAZ, kru redaksi pun dibekali seragam berupa sebuah rompi hijau bagi masing-masing staf, mulai dari Pemred sampai staf reporter.

Read the rest of this entry »

Filed under: cerbata, humor, pesantren , , , , ,