kalipaksi dot com

Icon

ruang jurnalisme amatiran: lebih baik menulis daripada tidak

Kiat Surabaya “Melawan” Banjir

Musim penghujan telah tiba. Jakarta pun mulai disesaki dengan genangan air. Banjir adalah momok. Tak hanya bagi Jakarta, tapi juga bagi kota-kota lain. Surabaya merupakan salah satu kota yang tergolong sukses mengantisipasi banjir. Tulisan ini merupakan beberapa kiat kota-kota besar di negeri kita berkelit dari banjir. Ada yang masih berupa ide. Ada yang sudah diterapkan. Ini hanya sebuah catatan, yang pernah dimuat di sebuah majalah bertemakan infrastruktur.

Oh ya, sebagian isi tulisan ini adalah hasil bincang-bincang dengan Cak Bambang DH, Walikota Surabaya, ketika saya ke Surabaya tahun lalu. Thanks Pak Bambang… :-)

Read the rest of this entry »

Filed under: Infrastruktur, Konstruksi, city, kota, metropolitan, sanitasi, tata ruang , , , , , , ,

Hendropranoto tentang Kota yang Harmoni

hendropranoto

foto saya comot dari penataanruang.net

Saya tidak ingin sinical, tapi ada lelucon tapi serius tentang siapa saja yang sering melanggar dokumen perencanaan sebuah kota. Pertama, Kepala Daerah atau orang pemerintahan yang tidak begitu mengerti dampak dari sebuah pelanggaran terhadap sebuah perencanaan kota. Kedua, orang yang punya banyak uang, yang dengan uangnya bisa membangun apa saja meski itu melanggar perencanaan. Ketiga, orang yang punya pangkat, yang dengan pangkatnya dan kekuasaannya membuat ia bisa membangun sebuah bangunan, misalnya, meskipun itu melanggar peruntukan. Dan keempat, planner itu sendiri, yang tidak memiliki sikap tegas pada produk rencana yang ia sudah yakini dibuat secara benar.

Nama Hendro Pranoto sangat identik dengan sejarah pembangunan perkotaan di negara ini, khususnya dalam konteks pembangunan prasarana kota terpadu, yang kemudian terkenal sebagai Program Pembangunan Prasarana Kota Terpadu (P3KT). Di masa masih menjadi mahasiswa dulu, saya sudah mengagumi beliau, melalui buku-buku beliau. Salah satu buku beliau yang hingga kini masih saya koleksi adalah tentang P3KT.

Meski sudah pensiun sebagai PNS Departemen Pekerjaan Umum, di usianya yang sudah lewat sembilan windu, Hendropranoto masih aktif memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran dalam derap pembangunan perkotaan di negeri ini. Beberapa bulan lalu, di sebuah bilik ruangan yang terletak di lingkungan Ditjen Cipta Karya, saya menemuinya untuk sebuah wawancara. Wawancara itu kemudian dimuat oleh Majalah KIPRAH, tentang bagaimana sekilas sejarah pembangunan prasarana perkotaan yang pernah berlangsung di negeri ini. Berikut petikannya:

Read the rest of this entry »

Filed under: Infrastruktur, architecture, city, tata ruang , , , , , ,

Ridwan Kamil: Konsultan Bukan Tukang Gambar

Arsitek lulusan Berkeley ini masih tergolong muda. Usianya baru 38 tahun. Namun, reputasinya dalam bidang urban desain tergolong meyakinkan. Bersama perusahaan konsultan Urbane Indonesia, Emil—begitu ia biasa disapa—dipercaya menggarap master plan dan urban design guidelines sebuah kawasan superblok Beijing Financial Street.

Distrik berisi 35 blok itu, dipadati seribu kantor institusi keuangan lokal dan internasional serta dilengkapi fasilitas turis, seperti hotel dan pusat belanja. Selain di Negeri Panda, buah karya Urbane, yang dimotori Ridwan Kamil itu bertebaran di sejumlah negara. Sebut saja Singapura, Hong Kong, Thailand, Vietnam, Mesir, Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat. Menurut sebuah sumber, omset Urbane Indonesia bisa mencapai Rp 8 milyar per tahun. Wow…

Tidak heran, jika nama dosen arsitektur di Institut Teknologi Bandung ini menjadi semacam ikon daru dalam komunitas urban desain di Indonesia. Selain mahir berkreasi, ia juga aktif menulis tentang isu-isu perkotaan.

Atas dasar itulah, Majalah KIPRAH tempat di mana saya ngamen sebagai penulis sekaligus editor mewawancari salah satu penggiat gerakan Green Cities di negeri ini itu. Nah, ini hasil obrolan saya dengan Emil. Semoga bermanfaat.

Read the rest of this entry »

Filed under: Konstruksi, architecture, biografi, city, kota, metropolitan, profesi, tokoh , , , ,

Wajah Penataan Ruang Kawasan Metropolitan

Category:Books
Author: Sofwan D. Ardyanto (as a copywriter)
JUDUL: Wajah Penataan Ruang Kawasan Metropolitan
Penerbit: Direktorat Penataan Ruang Nasional, Ditjen Penataan Ruang
Tahun: 2008
Halaman: 132 halaman

Ini adalah sebuah resensi tentang salah satu buku, yang pernah saya tulis. Judul buku itu: Wajah Penataan Ruang Kawasan Metropolitan. Dalam proses penulisannya, saya tidak sendirian. Saya, sesungguhnya hanyalah copywriter yang bertugas untuk menterjemahkan visi-visi penataan ruang kawasan metropolitan. Dalam proyek ini, saya berkolaborasi dengan dosen semasa saya dulu menempuh masa-masa perkuliahan. Ia, Ir. Ira Indrayati, MCP. Juga, sahabat karib saya semasa kuliah di Planologi – Institut Teknologi Indonesia, Ir. Budi Haryo Nugroho.

Visualisasi Tata Ruang Metropolitan

“Penataan ruang bukan semata tentang mendesain sebuah tata ruang yang secara spasial mengakomodir segenap kepentingan dan fungsi ruang, tetapi juga tentang harmonisasi antara manusia dan ruang yang ditinggalinya.”

Kota-kota metropolitan di Indonesia, seiring dengan perkembangannya yang semakin pesat pada beberapa dasawarsa terakhir, kini berada dalam level pemanfaatan ruang yang semakin kompleks. Bagaimanapun, kota metropolitan merupakan tumpuan harapan bagi sebagian umat manusia. Metropolitan seolah memiliki magnet tersendiri yang membuat manusia cenderung untuk memadatinya. Kecenderungan itulah yang membuat kawasan metropolitan selalu padat penduduk. Alhasil, seiring dengan semakin padatnya penduduk, bertambah pula kompleksitas pada kawasan itu. Pada akhirnya, kompleksitas yang terus bertambah itu akan memicu bertambahnya persoalan yang harus dihadapi oleh pengelola dan penduduk metropolitan.

Read the rest of this entry »

Filed under: architecture, buku, city, copywriting, fotografi, kota, metropolitan , , ,