Desember 14, 2009 • 10:57 am

gambar dari Yogyakarta Coin a Chance
Ada dua peristiwa dengan skala perhatian publik besar yang saat ini sedang terjadi secara bersamaan. Namun, keduanya adalah merupakan sebuah anomali, bagi satu sama lainnya: koin Prita dan bailout Century.
Read the rest of this entry »
Filed under: edukasi, humanisme, motivasi , koin prita, motivasi, parodi, politik, politikana
Agustus 23, 2009 • 3:04 pm

belajar ilmu falak di pesantren sirojul hannan
Sehabis menulis jurnal tentang kegelisahan saya terhadap fenomena 1 Ramadan dan 1 Syawal yang sering menimbulkan perdebatan, saya pikir ada bagusnya juga berbagi tulisan tentang ilmu falak yang pernah saya tulis beberapa tahun silam. Saya masih ingat betul, ketika tulisan itu dibuat, saya juga sedang gelisah dengan ribut-ribet perbedaan 1 Syawal.
Memang, jika kemudian, jurnal ini ada kaitannya dengan sebuah pesantren di Kudus, sungguh itu semata sebuah subyektivitas karena kebetulan saya lahir di kota itu.
Di kota Kudus ini bertebaran pesantren yang menjadikan pengajaran ilmu falak atau ilmu perbintangan sebagai kurikulum tambahan. Setelah era K.H. Turaichan, salah seorang ahli falak terkemuka Indonesia asal Kudus, tradisi pengajaran ilmu falak tetap lestari. Bahkan santri-santri alumni K.H. Turaichan Adjuri—dan beberapa kiyai ahli ilmu falak lain dari Kudus—juga membuka pesantren yang rata-rata memasukkan ilmu falak sebagai salah satu bagian kurikulumnya.
Read the rest of this entry »
Filed under: Literatur Islam, corat-coret, edukasi, pesantren, sains , ilmu falak, pesantren
Maret 25, 2009 • 11:14 am

“Colombus, kamu sungguh sudah menjadi gila,” kata pejabat istana Kerajaan Spanyol kepada Colombus, si pelaut legendaris yang disebut-sebut membuka jalur pelayaran ke benua Amerika.
“Hai, Bung (begitu kira-kira jika diindonesiakan), tengoklah peradaban di luar jendela sana. Semua itu bisa terwujud karena ada orang-orang “gila” seperti saya.
Dialog itu saya kutip dari sebuah film tentang Christopher Colombus, yang saya tonton beberapa tahun silam. Tapi, dialog itu sungguh berkesan. “Gila”…. itu keyword-nya. Tapi “gila” dalam tanda petik. “Gila” dalam konotasi positif.
Saya setuju dengan pendapat Colombus bahwa peradaban yang menjulang sekarang ini bisa terwujud berkat manusia-manusia “gila” yang konsis dengan “kegilaannya”: “gila” kerja, “gila” ilmu, “gila” meneliti, “gila” berpikir untuk masa depan, dan “gila macam-macam (pokoknya positif).
Read the rest of this entry »
Filed under: corat-coret, edukasi, motivasi , motivasi
Malam ini, sebuah kenangan lama menyeruak kembali. Sungguh, sebuah kenangan yang sangat krusial dalam perjalanan hidup saya. Disebut krusial, lantaran hal itu menjadi semacam titik balik dalam menentukan perjalanan karir.
Kenangan itu terseruak kembali hanya gara-gara sebuah lagu di radio. Yups, lagu yang bagi saya sangat istimewa. Judulnya, The Greatest Love of All. Lagu ini pernah dinyanyikan baik oleh George Benson maupun oleh Whitney Houston. Ini lagu bercerita tentang seorang anak yang terbentuk karakternya oleh pengalaman hidup yang pahit.
Read the rest of this entry »
Filed under: corat-coret, edukasi, motivasi , motivasi