Ini link dari beberapa foto Rossa, ketika ia menjadi pengisi acara pada PU Award yang kemudian ditayangkan di Metro TV pada 5 Desember 2009. Untung ada lensa 300, segalanya jadi bisa lebih jelas dari tribun atas.
Desember 19, 2009 • 3:07 pm 5
Rossa in Action
April 25, 2009 • 3:34 am 14
Potrat-potret dunia prostitusi
Jadi orang alim dan saleh itu harus. Namun, bukan berarti menutup diri untuk tahu kehidupan malam yang berkonotasi kemaksiatan. Yang penting, kan niatnya.
Ketika “mroyek” penulisan buku tentang berbagai ‘permasalahan sosial’ beberapa waktu silam, salah satu obyek peliputan yang harus digali informasinya adalah tentang aktivitas prostitusi di beberapa kota, mulai dari prostitusi yang bersifat berthel prostitution (rumah bordil), clandestein prostitution (pelacuran terselubung), hingga street prostitution (prostitusi pinggir jalan).
Surabaya Undercover
Waktu di Surabaya, saya tertarik memantau lelaku kehidupan segelintir kupu-kupu malam di kota itu. Perjalanan dimulai di Tugu Gubernur Suryo. Katanya di tempat ini, bisa kenalan dengan perempuan-perempuan bispak. Tapi itu tiga tahun silam. Sekarang, konon sudah tak menjadi tempat mangkal para penjaja kenikmatan malam.

Tugu Gubernur Suryo. Beberapa tahun lalu, di tempat ini bisa melakukan transaksi dengan perempuan-perempuan bispak.

Di Dolly berbekal relasi sebagai jurnalis, saya coba kenalan dengan salah seorang key person di salah satu kompleks lokalisasi terbesar di Indonesia ini. Beberapa momen pun sempat kuabadikan. Lagi-lagi dengan cara diam-diam. Soalnya tidak enak, jika mencolok. akan mengganggu aktivitas orang-orang di sana.
Ironi Pekerja Prostitusi
Filed under: fotografi, humanisme , fotografi, pelacuran, prostitusi
April 19, 2009 • 5:34 am 5
Yuk, Melongok Panti Orang Gila
Akhir-akhir ini, artikel di media massa–juga di blog–tantang caleg gagal yang stress merupakan salah artikel favorit. Yeah, karena stres mereka pun akhirnya menghuni rumah-rumah atau panti rehabilitasi. Kali ini, saya tidak akan berbicara tentang mereka (para caleg stress) itu, melainkan tentang Panti Orang Stress dan Orang Gila. Beberapa tahun lalu, saya dapat kesempatan untuk melakukan liputan ke berbagai panti rehabilitasi mental di beberapa daerah. Dari banyak hal yang saya peroleh dari liputan itu, saya terharu dengan pengabdian para petugas di panti-panti itu, yang merawat para kelayan (sebutan bagi pasien) dengan sepenuh hati.
Berikut saya tampilkan beberapa hasil foto yang saya tangkap dari perjalanan liputan ke panti-panti orang gila tersebut. Foto-foto ini sebelumnya pernah saya publish di blog saya di kalipaksi.multiply.com. Semoga bermanfaat.

Sula, dulu adalah seorang penyanyi dangdut tingkat kecamatan di Brastagi, Sumatera Utara. Cukup terkenal juga. Tapi sejak beberapa belas tahun silam, Sula tak lagi bisa bergoyang di atas panggung. Yups....beban persoalan hidup telah menghantarkan dirinya terdampar di sebuah panti orang gila di Brastagi.
Filed under: fotografi, humanisme , fotografi, human interest, orang cacat, orang gila
Maret 23, 2009 • 8:51 am 4
Foto yang Berbicara
Beberapa tahun lalu, ketika diminta menjadi fotografer untuk sebuah lembaga (hidden by me), si bos nggak ngerti fotografi. Foto-foto keren yang kami–tiga juru foto–hasilkan selalu dikomentari kurang berbicara. Padahal, menurut kami foto-foto itu sudah layak.

Yah, menurut ukuran amatiran, sudah bagus lah. Ndak terlalu jauh di bawah Tempo (hehehehe, kege-eran banget ya)
“Foto-foto kalian kurang berbicara,” katanya.
“Foto-foto kalian tidak berbicara,” katanya.
Hmmm….kesal. Akhirnya, kami perbanyak foto si bos dan rekanan si bos ketika berbicara (seperti foto Hillary terlampir),
“Bos, foto ini berbicara atau tidak?” tanya kami.
Hahahahaha…………….akhirnya dia nggak bisa berkelit.
“Nah, ini baru berbicara,” katanya.
Kami pun tertawa terbahak-bahak….
Hahahahaha………………. jelas aja lha wong itu foto orang lagi ngomong.









