Desember 14, 2009 • 10:57 am

gambar dari Yogyakarta Coin a Chance
Ada dua peristiwa dengan skala perhatian publik besar yang saat ini sedang terjadi secara bersamaan. Namun, keduanya adalah merupakan sebuah anomali, bagi satu sama lainnya: koin Prita dan bailout Century.
Read the rest of this entry »
Filed under: edukasi, humanisme, motivasi , koin prita, motivasi, parodi, politik, politikana
Oktober 8, 2009 • 10:19 am

foto dari: Wikipedia
Hari ini 8 Oktober 2009.
Empat puluh dua tahun silam, 8 Oktober 1967, Che Guevara tertangkap. Satu hari kemudian, 9 Oktober 1967, ia dieksekusi secara ‘diam-diam’ oleh seorang sersan Bolivia, Mario Teran. Pria Argentina berdarah campuran Irlandia dan Basque itu gugur, di tempat ia ditembak secara tidak jantan, di sebuah ruang kelas sekolah berdinding tanah liat.
Guevara sosok langka. Sosok tak wajar. Ia orang Argentina tapi menjadi pahlawan Kuba. Ia pengidap asma, ringkih, namun justru memimpin gerilya. Ia orang asing (Argentina) yang pernah menjadi Menteri di sebuah negara lain (Kuba). Memang, ia menerima status kewarganegaraan istimewa dari sahabatnya Fidel Castro. Ia juga seorang pejabat sebuah negara berdaulat (Kuba), yang kemudian memilih kembali ke hutan untuk memimpin revolusi di negara lain (Bolivia). Fotonya, yang ‘diragadiamkan’ oleh Alberto Korda itu, menjadi foto yang paling banyak direpro dan dicetak ulang di seluruh di dunia. Ia seorang Guerrillero Heroico. Ia adalah ‘pahlawan’ lintasbangsa.
Read the rest of this entry »
Filed under: Esai, biografi, humanisme, internasional, motivasi, politik, politikana, tokoh , biografi, Che Guevara, komunisme, tokoh
Jadi orang alim dan saleh itu harus. Namun, bukan berarti menutup diri untuk tahu kehidupan malam yang berkonotasi kemaksiatan. Yang penting, kan niatnya.
Ketika “mroyek” penulisan buku tentang berbagai ‘permasalahan sosial’ beberapa waktu silam, salah satu obyek peliputan yang harus digali informasinya adalah tentang aktivitas prostitusi di beberapa kota, mulai dari prostitusi yang bersifat berthel prostitution (rumah bordil), clandestein prostitution (pelacuran terselubung), hingga street prostitution (prostitusi pinggir jalan).
Surabaya Undercover
Waktu di Surabaya, saya tertarik memantau lelaku kehidupan segelintir kupu-kupu malam di kota itu. Perjalanan dimulai di Tugu Gubernur Suryo. Katanya di tempat ini, bisa kenalan dengan perempuan-perempuan bispak. Tapi itu tiga tahun silam. Sekarang, konon sudah tak menjadi tempat mangkal para penjaja kenikmatan malam.

Tugu Gubernur Suryo. Beberapa tahun lalu, di tempat ini bisa melakukan transaksi dengan perempuan-perempuan bispak.

Di Dolly berbekal relasi sebagai jurnalis, saya coba kenalan dengan salah seorang key person di salah satu kompleks lokalisasi terbesar di Indonesia ini. Beberapa momen pun sempat kuabadikan. Lagi-lagi dengan cara diam-diam. Soalnya tidak enak, jika mencolok. akan mengganggu aktivitas orang-orang di sana.
Ironi Pekerja Prostitusi
Read the rest of this entry »
Filed under: fotografi, humanisme , fotografi, pelacuran, prostitusi
Akhir-akhir ini, artikel di media massa–juga di blog–tantang caleg gagal yang stress merupakan salah artikel favorit. Yeah, karena stres mereka pun akhirnya menghuni rumah-rumah atau panti rehabilitasi. Kali ini, saya tidak akan berbicara tentang mereka (para caleg stress) itu, melainkan tentang Panti Orang Stress dan Orang Gila. Beberapa tahun lalu, saya dapat kesempatan untuk melakukan liputan ke berbagai panti rehabilitasi mental di beberapa daerah. Dari banyak hal yang saya peroleh dari liputan itu, saya terharu dengan pengabdian para petugas di panti-panti itu, yang merawat para kelayan (sebutan bagi pasien) dengan sepenuh hati.
Berikut saya tampilkan beberapa hasil foto yang saya tangkap dari perjalanan liputan ke panti-panti orang gila tersebut. Foto-foto ini sebelumnya pernah saya publish di blog saya di kalipaksi.multiply.com. Semoga bermanfaat.

Sula, dulu adalah seorang penyanyi dangdut tingkat kecamatan di Brastagi, Sumatera Utara. Cukup terkenal juga. Tapi sejak beberapa belas tahun silam, Sula tak lagi bisa bergoyang di atas panggung. Yups....beban persoalan hidup telah menghantarkan dirinya terdampar di sebuah panti orang gila di Brastagi.
Read the rest of this entry »
Filed under: fotografi, humanisme , fotografi, human interest, orang cacat, orang gila