kalipaksi dot com

Icon

ruang jurnalisme amatiran: lebih baik menulis daripada tidak

Neraka (cerbata #2)

sekadar modifikasi ilustrasi

Sembilan November lalu, dunia memperingati keruntuhan Tembok Berlin. Kenangan tentang masa-masa kejayaan komunisme di Eropa Timur pun kembali disebut-sebut. Salah satunya tentang anekdot-anekdot yang hidup di masa itu. Kompas menuliskannya di sini: Anekdot Era Komunis Tetap Hidup.

Di antara anekdot yang dirilis kembali oleh Kompas, ada satu yang membuat saya tergelitik. Ini kutipannya:

”Mana yang lebih baik, sebuah neraka komunis atau sebuah neraka kapitalis?

Tentu saja jawabannya neraka komunis! Selalu terjadi kelangkaan korek api dan bahan bakar, pemanas selalu rusak, dan para iblis serta makhluk-makhluknya selalu sibuk dengan pertemuan-pertemuan partai”

Saya pun teringat anekdot serupa yang beberapa hari sebelum tulisan di Kompas itu naik cetak membuat tawa sekelompok komunitas meledak. Masih tentang neraka. Sebuah anekdot yang juga lahir karena perasaan ketertindasan.

Read the rest of this entry »

Filed under: cerbata, darul islam, humor, joke/humor , ,

Rompi Sakti (cerbata #1)

rompi sakti

korps "rompi sakti"

Ini kisah beberapa sahabat yang pada kurun waktu periode 2000-2005 bertugas sebagai anggota korps rompi ijo (redaksi Majalah Al-Zaytun), terbitan Ma’had Al-Zaytun (MAZ). Sebagai informasi, tiras majalah (bulanan) itu per edisi cukup besar, yakni pernah 30.000 per edisi.

Karena budaya baju berseragam yang ada di MAZ, kru redaksi pun dibekali seragam berupa sebuah rompi hijau bagi masing-masing staf, mulai dari Pemred sampai staf reporter.

Read the rest of this entry »

Filed under: cerbata, humor, pesantren , , , , ,

Foto yang Berbicara

Beberapa tahun lalu, ketika diminta menjadi fotografer untuk sebuah lembaga (hidden by me), si bos nggak ngerti fotografi. Foto-foto keren yang kami–tiga juru foto–hasilkan selalu dikomentari kurang berbicara. Padahal, menurut kami foto-foto itu sudah layak.

untitled-12

Yah, menurut ukuran amatiran, sudah bagus lah. Ndak terlalu jauh di bawah Tempo (hehehehe, kege-eran banget ya)  :-D

“Foto-foto kalian kurang berbicara,” katanya.
“Foto-foto kalian tidak berbicara,” katanya.

Hmmm….kesal. Akhirnya, kami perbanyak foto si bos dan rekanan si bos ketika berbicara (seperti foto Hillary terlampir),

“Bos, foto ini berbicara atau tidak?” tanya kami.
Hahahahaha…………….akhirnya dia nggak bisa berkelit.

“Nah, ini baru berbicara,” katanya.

Kami pun tertawa terbahak-bahak….
Hahahahaha………………. jelas aja lha wong itu foto orang lagi ngomong.

Filed under: fotografi, humor , , ,

S-3 Tapi Bukan Sarjana

Ini sepenggal cerita lucu di sela-sela presentasi peserta Penghargaan Karya Konstruksi (PU Award). Sungguh, seorang lelaki setengah baya asal Surabaya telah behasil membuat para juri PU Award yang terdiri dari para profesor dan ahli konstruksi di Indonesia tertawa terpingkal-pingkal.

Sebenarnya banyak hal yang membuat para juri itu tertawa.  Tapi, karena terlalu teknis dari kaca mata nomenklatur teknik sipil dan konstruksi, hanya satu hal saja yang bisa di-share untuk anda. 

Bermula dari rasa pede lelaki itu yang sangat tinggi, yang penuh dengan kritik terhadap para praktisi konstruksi di negeri ini. Melihat tingkat pede yang sedemikian itu, Profesor Eko Budiharjo (pernah menjadi Rektor UNDIP dan sedang digadang-gadang menjadi cagub Jawa Tengah) mengajukan pertanyaan.

Read the rest of this entry »

Filed under: corat-coret, humor, joke/humor , ,