kalipaksi dot com

Icon

ruang jurnalisme amatiran: lebih baik menulis daripada tidak

Inspirasi “Esref Armagan” (Pelukis Buta dari Turki)

Lukisan-lukisan yang saya tampilkan di artikel ini adalah karya-karya agung pelukis Esref Armagan.  Nama Esref Armagan mungkin sudah pernah Anda dengar, tapi mungkin saja belum sama sekali, seperti saya yang baru menemukan nama pelukis asal Turki itu di situs Ripleys. Yang paling istimewa dari Esref adalah bahwa ia adalah pelukis buta, yang sudah buta sejak ia lahir. Artinya, sebagai pelukis Esref belum pernah melihat satu warna pun, juga satu obyek benda pun. Mendengar fakta itu, saya berucap subhanallah ketika ia melukis wajah Bill Clinton (di bawah ini).

Bill Clinton karya Esref Armagan

Bill Clinton karya Esref Armagan

Read the rest of this entry »

Filed under: corat-coret, internasional, internasional: europe, motivasi, profesi, tokoh , , , , , ,

Siapkah Eropa Menyalip Amerika?

eropa.jpg

Sesudah Amerika, siapakah yang akan muncul menjadi superpower ekonomi dunia? Dari banyak tanggapan, tampaknya China atau Uni Eropa. Akankah?

Bagaimana analisis tentang kemungkinan Uni Eropa yang akan tampil ketimbang China. Apalagi, pencitraan Uni Eropa sebagai sebuah“negara raksasa” semakin lengkap setelah para pemimpin 25 negara anggota menandatangani konstitusi pertama di Roma, 29 Oktober 2004, tiga tahun lalu. Para ekonom Amerika dilanda keraguan. Setelah ekonomi negara adidaya kelelahan karena harus membiayai beberapa episode perang di Timur Tengah, terutama di Irak, konstelasi ekonomi dalam negeri juga menuai kritik tajam dari masyarakatnya yang memang kritis. Kritik demi kritik terdokumentasi dengan gamblang di berbagai koran nasional. Terlebih gaya lugas para jurnalis Amerika dalam mengungkap fakta satu per satu membuka persoalan yang sedang dihadapi negara mereka.

Kekuatan lobi para banker dan pebisnis kelas atas yang dahulu diiktiraf sebagai kekuatan nasional karena dianggap berjasa besar menopang stabilitas ekonomi nasional, kini sebagian dari mereka dituding-tuding karena tindakan korup mereka yang dianggap mulai mengganggu roda ekonomi. Konglomerat yang tadinya dipuja-puji pun tiba-tiba satu dua orang dari mereka diburu sebagai kriminal. Alhasil, para ekonom mereka semakin tak yakin: apakah negara ini (Amerika, red) akan melanjutkan dominasinya pada dekade berikutnya setelah berjaya pada dekade lalu.

Read the rest of this entry »

Filed under: internasional: europe

Bushido = Jihad ???

bushido

“Budo selalu berlandaskan keyakinan agama,” begitu kata Sensei Inaba, seorang master kenjutsu aliran Kashima Sin-ryu dan aikido pada Kuil Kashima, yang disampaikan melalui seorang teman lama kepada saya. Kuil itu merupakan kuil resmi Kekaisaran Jepang. Para master di dalamnya adalah para master beladiri asli Jepang pilihan Kaisar.

Budo, adalah jalan hidup para Samurai dan ksatria Jepang ketika negara ini masih berada pada era Samurai. Budo adalah jalan ksatria yang lebih menonjolkan aspek perdamaian dan kemuliaan budi pekerti. Suatu ketika, Sensei Inaba bertanya kepada teman saya itu tentang Islam. Oleh karena berhadapan dengan seorang bushido, teman saya yang master aikido dan muslim itu pun menjelaskan bahwa dalam seni dan prinsip berperang Islam, wanita, anak-anak, dan orang yang sudah renta tidak diperkenankan untuk dibunuh. Juga, tidak boleh membunuh binatang, menghancurkan tanaman dan seterusnya.

Teman saya itu juga bercerita tentang kisah Ali bin Abi Thalib yang urung memenggal kepala seorang lawan tandingnya dalam perang lantaran wajahnya diludahi. Ceritanya, ketika Sayyidina Ali akan memenggal kepala musuhnya itu, pemuda itu meludahi wajahnya. Pedang yang sudah terayun pun urung ditebaskan.

“Mengapa engkau urung membunuhku,” kata pemuda yang menjadi lawan Ali. “Tadi aku akan membunuhmu karena agamaku, tapi setelah engkau meludahi wajahku aku khawatir jika aku membunuhmu karena dendam kepadamu karena engkau meludahiku,” jawab Ali. Mendengar kisah itu, Sensei Inaba langsung bereaksi. “Itulah budo,” tegas Inaba.

Inaba juga sangat terkesan dengan kisah “The Desert Lion from Lybia” Umar Mukhtar yang berjuang atas dasar keyakinannya melawan tentara pendudukan Italia. “Dia adalah seorang bushi,” kata Sensei Inaba menyimpulkan.

Dalam kaca mata Sensei Inaba, sikap bushido (wariorship) merupakan sesuatu yang membedakan seseorang sebagai seorang bushi (ksatria) dan petarung biasa. “Seorang bushi bertarung atas nama jalan hidup yang diyakininya, bukan atas dasar emosi,” kata Sensei Inaba.

Pemahaman Sensei Inaba akan budo sangat tinggi. Dalam setiap ritual penghormatan sebelum sesi latihan dimulai, Sensei Inaba selalu mempersilakan para muridnya untuk melakukan ritual penghormatan sesuai ajaran agamanya masing-masing. Oleh karena itu, suatu ketika sebelum berlatih bersama Sensei Inaba, bentuk ritual yang dilakukan teman saya yang muslim itu adalah dengan melakukan shalat sunnat dua raka’at.

Akhirnya, bisa disimpulkan bahwa terdapat benang merah antara bushi dan mujahid, antara bushido dan jihad. Atau sebenarnya makna masing-masing padanan kata itu sebenarnya sama. Yang membedakan hanya bahwa “bushi” dan “bushido” adalah kata dari bahasa Jepang sedangkan “mujahid” dan “jihad” kata dari bahasa Arab. Lalu jika begitu bisakah disimpulkan bahwa budo para mujahid adalah Tuhan?

Filed under: internasional: europe, pluralisme , , , , ,