kalipaksi dot com

Icon

ruang jurnalisme amatiran: lebih baik menulis daripada tidak

Faceblog, Bukan Facebook

Wah, saya tertipu. Aneh, meski tertipu tapi saya tertawa. Bahkan menginspirasi tulisan ini.

Ya, saya memang tertipu ketika ber-blogwalking ria setalah cukup lama absen melakukannya. Awalnya, sebuah pesan spam masuk ke boks komentar blog ini. Setelah dicek kok sepertinya bukan spam. Ternyata, memang bukan.

Setelah menyusuri tautan si komentator yang tampil adalah sebuah halaman profil facebook, seperti gambar di bawah ini:

Blog mirip facebook. http://anakkrim.info/ (klik untuk memperbesar)

Blog mirip facebook. http://anakkrim.info/ (klik untuk memperbesar)

Read the rest of this entry »

Filed under: blogging, corat-coret, internet

Politikana.com: Politik ala Gue

Politik ala gue? Ya, gitu deh. Lagi pula, jika mau dikutak-katik dengan pendekatan grammar bahasa Arab, politikana kan bisa dijadikan dua kata: Politik dan Ana. Ana dalam bahasa Arab, artinya ya gue.

Selamat. Akhirnya semalam politikana.com di-launching, meski di mata saya, peluncuran semalam hanya semata de-jure saja karena sesungguhnya Politikana sudah meluncur dalam diri kita masing-masing, yang sejak awal mulai jatuh cinta dengan situs ini.

Duduk di kursi barisan tengah, yah, sekitar di kawasan undakan kedelapan dari barisan paling depan, saya mencoba meresapi beberapa pernyataan “politik” para empu dalam peluncuran Politikana semalam, mulai dari Enda, presenter Ndoro Wicak, hingga Mas Gunawan.

Semalam Enda bilang, yang saya coba simpulkan begini: bahwa politik tak hanya tentang kasak-kusuk, sradak-sruduk meraih tampuk tahta kekuasaan, tapi juga tentang dinamika di berbagai sektor kehidupan, seperti infrastruktur hingga ketersediaan logistik minyak goreng. Intinya, politik adalah sebuah ranah multidimensi. Bukan bermaksud men-dolop kepada Mas Enda, saya sepakat sejuta persen dengan statement politikana Enda itu (meski saya sebenarnya sudah pernah membaca semangat dari pernyataan itu dari artikel Mas Blontang di Politikana berjudul: Tersesat Politik di Negeri Politik).

Semalam Enda juga bilang, karena politik yang tidak satu dimensi itu pula, Politikana hadir untuk menjadi wadah suara-suara politik yang beragam. Saya menangkap pesan, Politikana hadir untuk menjadi semacam media alternatif bagi kemunculan aspirasi-aspirasi politik yang datang bukan dari arus mainstream pembahasan di bidang politik yang selama ini dimonopoli oleh para elite politik dan pengamat politik. Namun, meski bukan dari komunitas mainstream, karena terwadahi oleh situs yang tidak katro, setidaknya punya magnet untuk dilirik.

Read the rest of this entry »

Filed under: internet, politik, politikana

“Perkawinan Mobi dan Modem CDMA Aiji”

Hari ini, saya mencoba melakukan koneksi internet dengan Modem CDMA merek Wellcomm Aiji. Memang kecepatan modem ini maksimal cuma 205 kbps, tapi lumayan kenceng.  Kebetulan sedang ada paket promo. Dengan Rp600 ribu, selain modem anda akan mendapat  empat nomor CDMA: Mobi (dari Fren), FlexiTrendy, Esia, dan StarOne.

Penasaran, semua kartu saya coba. Kecuali StarOne, yang karena hingga curhat internet ini saya tulis belum juga berhasil connecting,  ternyata Mobi yang paling unggul. Setidaknya, itu menurut saya. Selain kencang, harganya juga super murah. Bayangkan, cuma Rp0,1,-/kb (00.00 – 12.00) dan Rp0.25,-/kb (12.00 – 00.00).

Bandingkan dengan Esia yang Rp 250/menit dan FlexyTrendi, yang Rp 5/kb. Dengan pulsa  Rp10.000, tak sampai semalam langsung habis.

Selain fasilitas prabayar, mobi juga memiliki fasilitas paskabayar, dengan rincian harga seperti ini:

Read the rest of this entry »

Filed under: internet , ,

Puisi Anak “Ibu dan Facebook”

Dasar katrok. Kok, saya baru tahu jika ada seorang anak kecil,  yang puisi sederhananya punya daya ledak yang begitu dahsyat.  Padahal, sudah hampir sepekan info unik ini beredar. Anak kecil itu, konon dari yang saya baca, memang seorang anak yang ekspresif. Serafina Ophelia Simanjuntak, itu nama gadis pintar berusia 9 tahun, yang seorang anak kelas 4 SD Bellarminus 2 Bekasi.

Puisi yang ia tulis tak sampai lima menit itu, konon, memang menggambarkan betapa erat hubungan antara sang ibu dan situs jejaring sosial itu. Puisi ini dibuat Rafin, panggilan akrab Serafina, bulan Januari 2009 lalu. Orangtua Serafina lantas meng-upload dalam note mereka di facebook.

Di luar dugaan, yang merespon cukup banyak. Oleh karena itu, ibunda Rafin, Reko Alum, langsung mengikutkan puisi itu ketika Pusat Kebudayaan Perancis (CCF) menggelar lomba puisi lucu.

Serafina Ophelia
Serafina Ophelia

Dari sekitar 100 puisi yang ikut serta, ada 15 yang ditampilkan di Taman Menteng 14 Maret  lalu. Puisi Rafin masuk tiga besar yang menjadikannya berhak mendapatkan hadiah kursus tiga bulan belajar bahasa Perancis.“Puisi itu dibuat Rafin dalam waktu tidak sampai lima menit. Dia memang sering melihat saya sedang asyik di laptop dengan facebook. Puisi itu tidak dibuat khusus untuk lomba itu,” kata Reko seperti dikutip VivaNews.

Read the rest of this entry »

Filed under: internet, parodi , , ,