kalipaksi dot com

Icon

ruang jurnalisme amatiran: lebih baik menulis daripada tidak

Neraka (cerbata #2)

sekadar modifikasi ilustrasi

Sembilan November lalu, dunia memperingati keruntuhan Tembok Berlin. Kenangan tentang masa-masa kejayaan komunisme di Eropa Timur pun kembali disebut-sebut. Salah satunya tentang anekdot-anekdot yang hidup di masa itu. Kompas menuliskannya di sini: Anekdot Era Komunis Tetap Hidup.

Di antara anekdot yang dirilis kembali oleh Kompas, ada satu yang membuat saya tergelitik. Ini kutipannya:

”Mana yang lebih baik, sebuah neraka komunis atau sebuah neraka kapitalis?

Tentu saja jawabannya neraka komunis! Selalu terjadi kelangkaan korek api dan bahan bakar, pemanas selalu rusak, dan para iblis serta makhluk-makhluknya selalu sibuk dengan pertemuan-pertemuan partai”

Saya pun teringat anekdot serupa yang beberapa hari sebelum tulisan di Kompas itu naik cetak membuat tawa sekelompok komunitas meledak. Masih tentang neraka. Sebuah anekdot yang juga lahir karena perasaan ketertindasan.

Read the rest of this entry »

Filed under: cerbata, darul islam, humor, joke/humor , ,

Istilah “Hooker” yang artinya pelacur, ternyata diambil dari nama seorang jenderal.

Gara-gara pernah keluar masuk tempat lokalisasi pelacuran (tapi bukan untuk jajan lho, melainkan untuk investigative reporting), seorang teman beranalisa kepada saya.

Pelacur itu kan istilahnya banyak: ada PSK, WTS, pecun, perek, bispak, neneng-neneng, amoy, pokoknya macam-macam. Setiap sebutan itu kan ada asbabun nuzulnya. Di Batam dan Tanjung Pinang, mereka disebut “neneng-neneng” karena kebanyakan pekerja prostitusi datang dari Sunda (maaf, bukan hendak menyinggung suku tertentu). Nah, di Amerika mereka disebut hooker.

“Kamu tahu kenapa mereka disebut hooker?” tanya temen saya itu.

“Ya, nggak tahu. Coba tolong jelaskan,” pinta saya.

Dan, ternyata penjelasannya membuat saya terperangah, sembari tertawa cekikian sendiri. Ternyata, istilah hooker diambil dari nama seorang jenderal. Seperti apa penjelasannya?

Read the rest of this entry »

Filed under: corat-coret, joke/humor, parodi , ,

S-3 Tapi Bukan Sarjana

Ini sepenggal cerita lucu di sela-sela presentasi peserta Penghargaan Karya Konstruksi (PU Award). Sungguh, seorang lelaki setengah baya asal Surabaya telah behasil membuat para juri PU Award yang terdiri dari para profesor dan ahli konstruksi di Indonesia tertawa terpingkal-pingkal.

Sebenarnya banyak hal yang membuat para juri itu tertawa.  Tapi, karena terlalu teknis dari kaca mata nomenklatur teknik sipil dan konstruksi, hanya satu hal saja yang bisa di-share untuk anda. 

Bermula dari rasa pede lelaki itu yang sangat tinggi, yang penuh dengan kritik terhadap para praktisi konstruksi di negeri ini. Melihat tingkat pede yang sedemikian itu, Profesor Eko Budiharjo (pernah menjadi Rektor UNDIP dan sedang digadang-gadang menjadi cagub Jawa Tengah) mengajukan pertanyaan.

Read the rest of this entry »

Filed under: corat-coret, humor, joke/humor , ,

“Lahir untuk Nge-Rock, Mabok, Nge-Fuck” Tapi Tetap Shalat

Ini sebuah peristiwa yang sudah agak lama.  Tidak terlalu istimewa, memang, tapi cukup unik di mata saya.  Unik, begitu seorang pemuda shalat di Masjid Agung Bandung, sementara ia mengenakan sebuah kaos dengan desain tulisan yang sangat kontras dengan aktivitas ritual shalat, yang sedang ia jalankan. Di kaos hitam yang ia pakai itu tertulis: “Born To Rock, Drink and Fuck”: Lahir untuk nge-rock, mabok dan nge-fuck (anda tahu lah ya makna nge-fuck itu).

Read the rest of this entry »

Filed under: Literatur Islam, corat-coret, fotografi, joke/humor, parodi, pluralisme , , , ,