
mandor jalan
Menyebalkan. Resah, bercampur prihatin. Mengapa ada lubang besar segede gajah ndak segera dibetulkan?
Apa sih susahnya?
Menggerutu memang mudah. Terkadang perlu, tapi kadang-kadang tak diperlukan juga. Tapi yang jelas, sebuah kemajuan justru bermula dari gerutuan yang pangkalnya rasa resah itu.
Begitu pula, tulisan ini lahir dari sebuah keresahan tentang tata cara pemeliharaan infrastruktur jalan, yang terkadang terkesan serampangan. Lantaran resah itu pula, saya jadi ingat cerita tentang “mandor jalan”, sebuah profesi yang pernah ada di negeri ini. Bahkan, sejak zaman kolonial dulu. Memang, konon masih ada daerah yang mempertahankan sistem mandor jalan untuk mengawasi infrastruktur jalan, terutama untuk mengatasi potensi jalan rusak. Anda pernah dengar profesi mandor jalan? Jika belum, izinkan saya menceritakan secuplik untuk Anda.
Read the rest of this entry »
Filed under: Infrastruktur, jurnalisme, profesi , Infrastruktur, Konstruksi, profesi
Sungguh, saya beruntung diberi kesempatan untuk bisa melakukan tugas reportase ke hampir 88 kabupaten dan kota pada tahun 2005 silam. Jika ditotal-total, tinggal 4 propinsi saja yang belum pernah saya liput: NAD, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Bangka Belitung. Tapi, bukan keberuntungan itu yang ingin saya bagi dalam posting ini. Melainkan, keberuntungan untuk bisa memotret kehidupan sebagian anak negeri ini yang terlahir cacat atau menjadi cacat.
Ya, saya beruntung karena bisa belajar dari semangat mereka. Satu kalimat dari satu di antara yang membuat saya terlecut: “tubuh kami memang cacat, tapi semangat kami tidak.”
Foto-foto di bawah ini sebenarnya kompilasi dari album foto saya di photoblog: www.fotokalipaksi.wordpress.com dan juga album foto yang pernah saya publish di www.kalipaksi.multiply.com.
Semoga bisa memberi pencerahan.
Read the rest of this entry »
Filed under: fotografi, jurnalisme, motivasi , fotografi, motivasi, orang cacat
Author: Sofwan D. Ardyanto & Agung Y. Achmad
Ini adalah buku ketiga yang pernah saya tulis, sebagai seorang copywriter. Sebuah buku yang agak berat. Buku ini semacam bedah gedung sebuah bangunan yang kemudian menjadi kantor Gedung Mahkamah Konstitusi RI.
Pendeskripsian tentang rancang bangun suatu gedung pemerintah seperti Buku Rancang Bangun Gedung Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia ini merupakan tradisi baru, jika bukan yang pertama kalinya.
Read the rest of this entry »
0.000000
0.000000
Filed under: Konstruksi, architecture, buku, jurnalisme , arsitektur, buku, Konstruksi, politik

Lihatlah foto pada posting ini. Senyum Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik saat berjabat tangan Menteri Luar Negeri Portugis, Ernesto Melo Antunes seusai pembicaraan diplomatis di Roma 4 November 1975 terabadikan dengan baik melalui pita film kamera hitam putih fotografer Associated Press.
Waktu itu kedua negara melakukan perundingan soal integrasi Timor Timur ke dalam wilayah negara Indonesia. Senyum itu penuh kemenangan; kemenangan seorang diplomat memenangkan negaranya.
Read the rest of this entry »
Filed under: biografi, fotografi, jurnalisme, media massa, politik, tokoh , biografi, fotografi, tokoh