kalipaksi dot com

Icon

ruang jurnalisme amatiran: lebih baik menulis daripada tidak

Takbir ‘Ied al-Fithri = Mars Tentara Nabi?

Selagi masih dalam suasana Ramadan menjelang Ied al-Fithri, saya jadi ingat sebuah tulisan yang sebenarnya pernah saya tulis di blog saya yang lain di kalipaksi.multiply.com pada dua tahun silam. Tidak ada salahnya, jika jurnal lawas itu saya perbarui di blog ini. Yah, setidaknya dalam momentum yang lebih tepat.

infanteri

Ini tentang takbir Ied, yang berkumandang pada dua hari raya Islam: Ied al-Fithri dan Ied al-Adha. Tentang hal ihwal takbir Ied tersebut, beberapa tahun silam, saya terkesiap ketika mendapati sebuah buku tentang sejarah Nabi (sirah Nabawiyah) yang menulis tentang keterkaitan takbir Ied tersebut dengan peristiwa Fathu Makkah, atau penaklukan kota Mekkah.
Read the rest of this entry »

Filed under: Literatur Islam, corat-coret, darul islam, politik, sunni, syiah

Belajar Falak di Pesantren Salaf

sirojul hannan

belajar ilmu falak di pesantren sirojul hannan

Sehabis menulis jurnal tentang kegelisahan saya terhadap fenomena 1 Ramadan dan 1 Syawal yang sering menimbulkan perdebatan, saya pikir ada bagusnya juga berbagi tulisan tentang ilmu falak yang pernah saya tulis beberapa tahun silam.  Saya masih ingat betul, ketika tulisan itu dibuat, saya juga sedang gelisah dengan ribut-ribet perbedaan 1 Syawal.

Memang, jika kemudian, jurnal ini ada kaitannya dengan sebuah pesantren di Kudus, sungguh itu semata sebuah subyektivitas karena kebetulan saya lahir di kota itu.

Di kota Kudus ini bertebaran pesantren yang menjadikan pengajaran ilmu falak atau ilmu perbintangan sebagai kurikulum tambahan. Setelah era K.H. Turaichan, salah seorang ahli falak terkemuka Indonesia asal Kudus, tradisi pengajaran ilmu falak tetap lestari. Bahkan santri-santri alumni K.H. Turaichan Adjuri—dan beberapa kiyai ahli ilmu falak lain dari Kudus—juga membuka pesantren yang rata-rata memasukkan ilmu falak sebagai salah satu bagian kurikulumnya.

Read the rest of this entry »

Filed under: Literatur Islam, corat-coret, edukasi, pesantren, sains , ,

Misteri 1 Ramadan dan 1 Syawal

2 Ramadan 1430 H.

Artikel ini saya tulis pada hari ke-2 Ramadan 1430 H.  Bagi seorang teman yang sudah memulai puasa Ramadan satu hari lebih awal, artikel ini semestinya tertanggal 3 Ramadan 1430 H, bukan 2 Ramadan 1430 H.  Begitulah, setiap tahun Ramadan selalu diwarnai dengan fenomena perbedaan awal Ramadan.  Fenomena itu kemudian berlanjut dengan perdebatan akhir Ramadan, yang menjadi penentu perayaan Idul Fithri (baca: Hari Raya Lebaran).

Mungkin ini perkara sepele tapi mengandung pesan terselubung yang tidak sepele. Perbedaan itu menjadi semacam cermin persatuan umat yang tidak utuh. Juga menjadi cermin ‘ketidaktuntasan’ upaya para ilmuwan falaq untuk menjawab persoalan klasik yang hampir muncul setiap tahun itu.

Jika memang persoalannya adalah sistem  matematika penanggalan lantas mengapa penanggalan sistem masehi (matahari) tidak pernah memicu keributan. Belum pernah saya dengar ada perdebatan tentang tanggal 1 Januari yang menjadi awal Tahun Baru, misalnya.

Pertanyaan introspektif yang kemudian juga ingin saya kemukakan dalam jurnal ini adalah mengapa tak terjadi perdebatan yang serupa pada setiap awal tahun baru Hijriah pada setiap 1 Muharram? Bukankah penetapan tanggal 1 Muharram akan menjadi titik krusial dalam penetapan tanggal 1 Ramadan dan 1 Syawal? Logikanya, jika tanggal 1 Muharram bergeser satu hari maka 1 Ramadan dan 1 Syawal pun akan bergeser satu hari. Begitu bukan?

Read the rest of this entry »

Filed under: Literatur Islam, Moslem Litherary, corat-coret, islam progresif

“Lahir untuk Nge-Rock, Mabok, Nge-Fuck” Tapi Tetap Shalat

Ini sebuah peristiwa yang sudah agak lama.  Tidak terlalu istimewa, memang, tapi cukup unik di mata saya.  Unik, begitu seorang pemuda shalat di Masjid Agung Bandung, sementara ia mengenakan sebuah kaos dengan desain tulisan yang sangat kontras dengan aktivitas ritual shalat, yang sedang ia jalankan. Di kaos hitam yang ia pakai itu tertulis: “Born To Rock, Drink and Fuck”: Lahir untuk nge-rock, mabok dan nge-fuck (anda tahu lah ya makna nge-fuck itu).

Read the rest of this entry »

Filed under: Literatur Islam, corat-coret, fotografi, joke/humor, parodi, pluralisme , , , ,