
Yang mana Masjidil Aqsha?
Kenapa ya, kok masih banyak orang salah kaprah tentang Masjidil Aqsha. Bahkan website yang dimiliki majalah sekelas Majalah Sabili (lihat di sini: Gambar Masjid Al Aqsa di Botol Minuman Keras).
Dalam portal berita Majalah Sabili itu, gambar yang menjadi ilustrasi Masjidil Aqsha adalah sebuah bangunan berkubah kuning/emas. Jelas, salah kaprah. Itu bukan bangunan Masjidil Aqsha, melainkan Kubbah al-Sakhrah atau The Dome of The Rock.

Ini bangunan Kubbah al-Sakhrah atau The Dome of The Rock. Bukan Masjidil Aqsha
Memang, Masjidil Aqsha dan Kubbah al-Sakhrah berada pada satu kompleks. Tapi, kubah Masjidil Aqsha bukan berwarna emas/kuning tapi perak kusam.
Foto yang tepat untuk Masjidil Aqsha ya yang ini (lihat foto di bawah ini):

Masjidil Aqsha (dengan kubah warna perak kusam)
Read the rest of this entry »
0.000000
0.000000
Filed under: Moslem Litherary, architecture, fotografi, masjid, sunni, syiah , arsitektur, fotografi, masjid, sunni, syiah
artikel ini saya tulis sekitar tahun 2003, untuk sebuah terbitan yang memuat seri masjid-masjid klasik.
Arsitektur Babylon di Mesir

Walau bagaimanapun, kenanggan terhadap kampung halaman akan terbawa hingga sejauh kaki melangkah. Itu pula yang terjadi terhadap Jenderal Ahmad Ibnu Tulun, salah satu jenderal pada Dinasti Abbasiyah—yang diberi mandat untuk menjadi administratur wilayah Mesir yang berkedudukan di Kairo.
Kenangannya sebagai pemuda yang memperoleh pendidikan militer di Samarra (salah satu kota di Iraq) dan kerap beraktifitas di Masjid Samarra membuatnya selalu teringat dengan bentuk rancang bangun masjid itu. Apalagi, bentuk masjid-masjid di Samarra memang mempunyai tipe yang hampir sama: berbentuk hypostyle yang luas dan dibangun dengan menggunakan bata merah sebagai ciri khas dan tradisi bangunan bangsa Mesopotamia. Dan, Masjid Agung Samarra merupakan kebanggaan pemerintah Abbasiyah, induk semang Jenderal Ahmad ibnu Tulun.
Read the rest of this entry »
Filed under: Moslem Litherary, architecture, masjid , arsitektur, masjid, sunni
artikel ini saya tulis sekitar tahun 2003, untuk sebuah terbitan yang memuat seri masjid-masjid klasik.
Simbol Peradaban Maghribi
Sejarah membuktikan bahwa di masa lalu, setiap pemerintahan kekhilafan Islam yang menjadikan suatu negeri sebagai pusat pemerintahan atau gubernuran hampir selalu membangun sebuah monumen bersejarah, dan masjid adalah salah satunya. Yah, setidaknya itu satu hal yang bisa saya simpulkan.

Latar Politik
Begitu pula di Tunisia, yang dulu bernama Ifriqiya. Di masa itu, trah Aghlabid yang menjadi penguasa Tunisia pada pertengahan abad kesembilan masehi, membangun Masjid Agung Qayrawan. Masjid yang hingga saat ini masih merupakan masjid terbesar di daerah Maghribi, Afrika bagian utara itu dibangun pada masa pemerintahan Sultan Ziyadatallah I.
***
Menurut penelusuran data sejarah, saya mendapati sebuah informasi bahwa Ifriqiya (sekarang Tunisia) tadinya adalah salah satu provinsi yang berada di bawah administratur Maghribi yang menginduk pada kekhilafahan Umayyah di Damaskus.
Hanya saja para penduduknya yang bertemperamen keras tak ikhlas dipimpin penguasa asing (Arab). Alhasil, pada tahun 800 masehi Ifriqiya mendapatkan hadiah sebagai daerah semi independen dari penguasa Abbasiyah di Baghdad.
Read the rest of this entry »
Filed under: Moslem Litherary, architecture, masjid , arsitektur, Konstruksi, masjid, sunni
Agustus 22, 2007 • 5:43 am

Pada abad ke sepuluh masehi, perpecahan kekhilafahan Abbasiyah yang berpusat di Baghdad menimbulkan faksi-faksi. Kaum Syiah yang tadinya menjadi mitra Bani Abbasiyah dalam menggusur Dinasti Umayyah berbalik melakukan oposisi terhadap pemerintah Abbasiyah di Baghdad. Penyebabnya, mereka kerap kali dikecewakan oleh kebijakan Bani Abbasiyah setelah mereka berkuasa. Sementara Bani Abbasiyah semakin melemah, gerakan politik religius kaum Syiah justru sedang mengalami perkembangan yang sangat cepat.
Pusat perjuangan kaum Syiah dalam oposisinya terhadap Baghdad tidak menetap pada satu daerah, melainkan berpindah-pindah. Hingga ketika mereka mengangkat Abu Ubaidillah al-Mahdi sebagai pemimpin, dikirimlah seorang misionaris Syiah ke Afrika Utara. Misinya berhasil menggalang penduduk Barbar dan daerah Ifriqiya (sekarang Tunisia).

Read the rest of this entry »
Filed under: masjid, pluralisme, sunni, syiah , sunni, syiah