kalipaksi dot com

Icon

ruang jurnalisme amatiran: lebih baik menulis daripada tidak

Kiat Surabaya “Melawan” Banjir

Musim penghujan telah tiba. Jakarta pun mulai disesaki dengan genangan air. Banjir adalah momok. Tak hanya bagi Jakarta, tapi juga bagi kota-kota lain. Surabaya merupakan salah satu kota yang tergolong sukses mengantisipasi banjir. Tulisan ini merupakan beberapa kiat kota-kota besar di negeri kita berkelit dari banjir. Ada yang masih berupa ide. Ada yang sudah diterapkan. Ini hanya sebuah catatan, yang pernah dimuat di sebuah majalah bertemakan infrastruktur.

Oh ya, sebagian isi tulisan ini adalah hasil bincang-bincang dengan Cak Bambang DH, Walikota Surabaya, ketika saya ke Surabaya tahun lalu. Thanks Pak Bambang… :-)

Read the rest of this entry »

Filed under: Infrastruktur, Konstruksi, city, kota, metropolitan, sanitasi, tata ruang , , , , , , ,

Wicaksono Sarosa

WICAKSAROSA 01

Dari “Fresh from Java” ke “International Knowledge-Worker”

Icon, begitu ia biasa disapa oleh saudara dan kawan-kawan sekolahnya, meski kemudian di dunia pekerjaan lebih sering dipanggil sebagai Wicak. Semasa di ITB, ia pernah dijuluki oleh bebrapa teman-temannya sebagai “fresh from Java” karena gayanya, terutama gaya bicaranya, yang sangat Jawa. Singkat kata, nuansa Jawa-nya “medok banget” ketika itu. Tapi, siapa sangka, perjalanan hidup Wicaksono Sarosa kemudian membawanya menjadi seorang instruktur pelatihan dan “knowledge-worker” di bidang perencanaan daerah yang berkelanjutan, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di berbagai tempat di luar negeri.

***

Read the rest of this entry »

Filed under: architecture, biografi, metropolitan, profesi, tata ruang , , , , ,

Ridwan Kamil: Konsultan Bukan Tukang Gambar

Arsitek lulusan Berkeley ini masih tergolong muda. Usianya baru 38 tahun. Namun, reputasinya dalam bidang urban desain tergolong meyakinkan. Bersama perusahaan konsultan Urbane Indonesia, Emil—begitu ia biasa disapa—dipercaya menggarap master plan dan urban design guidelines sebuah kawasan superblok Beijing Financial Street.

Distrik berisi 35 blok itu, dipadati seribu kantor institusi keuangan lokal dan internasional serta dilengkapi fasilitas turis, seperti hotel dan pusat belanja. Selain di Negeri Panda, buah karya Urbane, yang dimotori Ridwan Kamil itu bertebaran di sejumlah negara. Sebut saja Singapura, Hong Kong, Thailand, Vietnam, Mesir, Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat. Menurut sebuah sumber, omset Urbane Indonesia bisa mencapai Rp 8 milyar per tahun. Wow…

Tidak heran, jika nama dosen arsitektur di Institut Teknologi Bandung ini menjadi semacam ikon daru dalam komunitas urban desain di Indonesia. Selain mahir berkreasi, ia juga aktif menulis tentang isu-isu perkotaan.

Atas dasar itulah, Majalah KIPRAH tempat di mana saya ngamen sebagai penulis sekaligus editor mewawancari salah satu penggiat gerakan Green Cities di negeri ini itu. Nah, ini hasil obrolan saya dengan Emil. Semoga bermanfaat.

Read the rest of this entry »

Filed under: Konstruksi, architecture, biografi, city, kota, metropolitan, profesi, tokoh , , , ,

Wajah Penataan Ruang Kawasan Metropolitan

Category:Books
Author: Sofwan D. Ardyanto (as a copywriter)
JUDUL: Wajah Penataan Ruang Kawasan Metropolitan
Penerbit: Direktorat Penataan Ruang Nasional, Ditjen Penataan Ruang
Tahun: 2008
Halaman: 132 halaman

Ini adalah sebuah resensi tentang salah satu buku, yang pernah saya tulis. Judul buku itu: Wajah Penataan Ruang Kawasan Metropolitan. Dalam proses penulisannya, saya tidak sendirian. Saya, sesungguhnya hanyalah copywriter yang bertugas untuk menterjemahkan visi-visi penataan ruang kawasan metropolitan. Dalam proyek ini, saya berkolaborasi dengan dosen semasa saya dulu menempuh masa-masa perkuliahan. Ia, Ir. Ira Indrayati, MCP. Juga, sahabat karib saya semasa kuliah di Planologi – Institut Teknologi Indonesia, Ir. Budi Haryo Nugroho.

Visualisasi Tata Ruang Metropolitan

“Penataan ruang bukan semata tentang mendesain sebuah tata ruang yang secara spasial mengakomodir segenap kepentingan dan fungsi ruang, tetapi juga tentang harmonisasi antara manusia dan ruang yang ditinggalinya.”

Kota-kota metropolitan di Indonesia, seiring dengan perkembangannya yang semakin pesat pada beberapa dasawarsa terakhir, kini berada dalam level pemanfaatan ruang yang semakin kompleks. Bagaimanapun, kota metropolitan merupakan tumpuan harapan bagi sebagian umat manusia. Metropolitan seolah memiliki magnet tersendiri yang membuat manusia cenderung untuk memadatinya. Kecenderungan itulah yang membuat kawasan metropolitan selalu padat penduduk. Alhasil, seiring dengan semakin padatnya penduduk, bertambah pula kompleksitas pada kawasan itu. Pada akhirnya, kompleksitas yang terus bertambah itu akan memicu bertambahnya persoalan yang harus dihadapi oleh pengelola dan penduduk metropolitan.

Read the rest of this entry »

Filed under: architecture, buku, city, copywriting, fotografi, kota, metropolitan , , ,