kalipaksi dot com

Icon

ruang jurnalisme amatiran: lebih baik menulis daripada tidak

Kunpaksakeun, Bukan Kunfayakun

Ini sebuah kenangan tentang dinamika anak-anak pergerakan Madinah Indonesia–sebutan lain bagi pergerakan NII. Agar tak bias dan menggeneralisir ke NII faksi lain, cerita ini bergulir di kalangan NII faksi Zaytun.

Kun-paksakeun” adalah sebuah istilah yang lahir sebagai sebuah improvisasi spontan di sebagian kalangan aktivis pergerakan kelompok ini pada era dekade 1990-an. Di sel (baca: network/ idariah) Jakarta Barat, para mas’ul (aparat) di kompartemen (pernah disebut dengan istilah “komandemen”) ini semakin familiar dengan diksi: kun paksakeun.  Memang, tak pernah ada penjelasan resmi bahwa diksi ini merupakan plesetan dari “kun fa ya kun“–sebuah penggalan ayat di Surat Yasin, yang terkenal itu.  Entah di sel lain, apakah  para aktivisnya juga sering memunculkan diksi ini dalam dialog-dialog di antara mereka.

***

Di blog ini juga, pada jurnal terdahulu dengan judul: “Kun fa ya Kun” (sebaiknya Anda membaca juga, pen), saya menulis tentang kegelisahan atas pemaknaan kun fa ya kun sebagai sebuah legitimasi mutlak terhadap sikup hidup yang penuh kepasrahan terhadap ketentuan Tuhan atas detail kehidupan manusia, yang seolah-olah menafikan campur tangan upaya manusia.

Di sana, saya menulis:

Read the rest of this entry »

Filed under: cerbata, parodi , ,

Cicak Berani Lawan Buaya

Di antara hiruk pikuk penahanan mantan pimpinan KPK (non aktif) Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, saya ndak mau banyak komentar; juga ndak mau banyak analisis. Sikap saya cuma satu, seperti tergambar pada poster di bawah ini.

4890-cicak
poster ini saya comot dari:  politikana.com

Filed under: parodi, politik , , , , ,

Peminat Jabatan Menteri Mulai Kasak Kusuk

Seperti periode lima tahun sebelumnya, menjelang pilpres banyak orang merapat ke sana dan kemari.  Yah, seperti lagu potong bebek angsa: sorong ke sana, sorong ke sini. Tapi ya itu, menyorong-nyorongkan diri sendiri. Tujuannya apalagi, jika bukan mengincar jabatan publik: menteri, kepala badan, bahkan hingga jabatan direktur jenderal.

Lima tahun lalu, saya ingat betul, ketika seorang doktor lulusan Jepang (maaf, nama harus dirahasiakan) punya hasrat ingin menjadi menteri. Yah, pokoknya menteri di bidang perekonomian. Ia pun merapat sebagai tim sukses Wiranto-Shalahudin Wahid. Si doktor cukup lincah. Gerilya ia lakukan untuk membawa gerbong-gerbong kelompok massa ke hadapan Wiranto. Tujuannya, apalagi jika bukan cari muka. Istilah Wong Solo: pendolopan.

Ternyata Wiranto kalah. Ia yang terang-terangan minta didukung jadi menteri pun meloncat. Hep…hep. Dan, ia pun merapat ke kubu Jusuf Kalla–pasangan SBY ketika itu.

Lima tahun lalu, siapapun mafhum, meski maju sebagai pasangan, baik JK maupun SBY sama-sama punya tim sukses. Karena ia kepingin jadi menteri di bidang ekonomi, ya, manuver yang paling tepat ya merapat ke JK. Tapi, tuan doktor itu akhirnya kecewa. Jangankan jadi menteri, menjadi dirjen pun tidak. Memang, ia tetap memiliki jabatan di sebuah lembaga berbentuk Komisi (bukan di DPR).

Yang jelas, kasak-kusuk juga dilakukan para pejabat eselon 1, terutama di departemen atau kementerian teknis. Departemen Pekerjaan Umum, misalnya, yang memang memiliki rekor hampir selalu dipimpin oleh Menteri yang datang dari kalangan dalam.  Sebagai rakyat awam, kasak-kusuk mereka memang tak terendus publik.

Read the rest of this entry »

Filed under: parodi, politik, politikana , , ,

Mimpi tentang Tiar dan Dharma di Republik Mimpi

Ini sebuah parodi tentang Bang Paksi yang bercerita tentang mimpinya. Mimpi  tentang tiga orang politisi di Republik Mimpi: Soes, Tiar dan Dharma.

Dalam mimpi :

Tiar tampak sedang asyik menikmati suasana Bayur, sebuah desa di pinggiran Danau Maninjau. Meski, seorang petinggi partai berlambang kubus, Tiar sepertinya tak mau larut dengan hiruk pikuk suasana politik yang sedang heboh dengan isu koalisi pascapilihan raya (baca: pemilu). Ia tampak asyik mengurusi sekolah modern yang ia bangun di kawasan danau nan sejuk itu.

Sementara itu, di alun-alun ibukota, sahabat Tiar sesama di partai sedang asyik merapat ke beberapa kolega politisi. Konon, kata banyak orang, sahabat Tiar bernarma Dharma itu sedang bermain ‘mahyong politik’. Siapa tahu bisa jadi Wakil Presiden Republik Mimpi. Ia sedang membangun sebuah poros koalisi segitiga emas.  Padahal, Tiar yang tergolong lebih senior juga sudah lama ngebet ingin menjadi orang nomor dua di Republik Mimpi. Tiar dan Dharma, sama-sama memiliki jabatan sebagai Pembantu Presiden (Menteri) Cak Soes.

Dalam mimpi itu, para politisi partai kubus tahu benar, bahwa Tiar memasang impian untuk mendampingi Cak Soes, Presiden Republik Mimpi incumbent, yang partainya memenangi pilihan raya. Sejak awal, Tiar sudah memprediksi Cak Soes akan tampil kembali menjadi presiden untuk kedua kalinya. Tiar pun merapat serapat-serapatnya ke kubu Cak Soes sejak awal Kabinet Cak Soes dibentuk.  Bisa juga dibilang, Tiar merupakan jaminan sekaligus wakil Partai Kubus dalam sebuah koalisi pelangi yang menjalankan pemerintahan lima tahun terakhir ini.

Read the rest of this entry »

Filed under: parodi ,