kalipaksi dot com

Icon

ruang jurnalisme amatiran: lebih baik menulis daripada tidak

Wicaksono Sarosa

WICAKSAROSA 01

Dari “Fresh from Java” ke “International Knowledge-Worker”

Icon, begitu ia biasa disapa oleh saudara dan kawan-kawan sekolahnya, meski kemudian di dunia pekerjaan lebih sering dipanggil sebagai Wicak. Semasa di ITB, ia pernah dijuluki oleh bebrapa teman-temannya sebagai “fresh from Java” karena gayanya, terutama gaya bicaranya, yang sangat Jawa. Singkat kata, nuansa Jawa-nya “medok banget” ketika itu. Tapi, siapa sangka, perjalanan hidup Wicaksono Sarosa kemudian membawanya menjadi seorang instruktur pelatihan dan “knowledge-worker” di bidang perencanaan daerah yang berkelanjutan, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di berbagai tempat di luar negeri.

***

Read the rest of this entry »

Filed under: architecture, biografi, metropolitan, profesi, tata ruang , , , , ,

Inspirasi “Esref Armagan” (Pelukis Buta dari Turki)

Lukisan-lukisan yang saya tampilkan di artikel ini adalah karya-karya agung pelukis Esref Armagan.  Nama Esref Armagan mungkin sudah pernah Anda dengar, tapi mungkin saja belum sama sekali, seperti saya yang baru menemukan nama pelukis asal Turki itu di situs Ripleys. Yang paling istimewa dari Esref adalah bahwa ia adalah pelukis buta, yang sudah buta sejak ia lahir. Artinya, sebagai pelukis Esref belum pernah melihat satu warna pun, juga satu obyek benda pun. Mendengar fakta itu, saya berucap subhanallah ketika ia melukis wajah Bill Clinton (di bawah ini).

Bill Clinton karya Esref Armagan

Bill Clinton karya Esref Armagan

Read the rest of this entry »

Filed under: corat-coret, internasional, internasional: europe, motivasi, profesi, tokoh , , , , , ,

Dokter Indonesia dan Operasi Cangkok Wajah di Amerika

Dr. Risal Satiaputra Djohan

Sebuah berita di kompas.com hari ini sekilas biasa-biasa saja, tak ada kaitannya dengan keindonesiaan kita.  Tapi, begitu mencermati berita itu, ada semacam rasa bangga membacanya karena ternyata berita baik  tentang keberhasilan operasi face off atau cangkok wajah pertama di Amerika itu melibatkan seorang dokter ahli bedah plastik berdarah Indonesia.

Connie Culp, yang lima tahun lalu mengalami cacat wajah akibat sebuah letusan senjata api menghancurkan wajahnya, akhirnya mendapatkan wajah baru dari seorang wanita yang telah meninggal dunia (lihat gambar).

Wajah Connie Culp sebelum dan paskaoperasi (sumber: KOMPAS)

Menurut KOMPAS, suami Connie, Thomas, menembaknya pada 2004.  Sang suami kemudian dipenjara tujuh tahun. Tembakan itu membuat hidung, pipi, dan rahang Connie hancur. Matanya juga tersisa satu. Ratusan serpihan peluru dan tulang tertanam di wajahnya. Dia memerlukan tabung di tenggorokan agar bisa bernapas. Dua bulan setelah insiden, seorang pakar bedah plastik di Cleveland Clinic, Dr. Risal Djohan, memeriksa luka wanita malang itu. “Dia memberitahuku bahwa dia tidak yakin apakah bisa menolongku, tetapi dia akan mencoba,” kata Connie. Ia pun menjalani 30 kali operasi untuk memperbaiki wajahnya.  Connie memberanikan diri tampil di depan umum dengan wajah barunya, Selasa (5/5).   Hasilnya, lumayan! Wajah Connie terlihat “indah” dibandingkan wajah sebelumnya yang mengerikan, membuat anak-anak ketakutan.

Read the rest of this entry »

Filed under: motivasi, profesi, tokoh , , ,

Ridwan Kamil: Konsultan Bukan Tukang Gambar

Arsitek lulusan Berkeley ini masih tergolong muda. Usianya baru 38 tahun. Namun, reputasinya dalam bidang urban desain tergolong meyakinkan. Bersama perusahaan konsultan Urbane Indonesia, Emil—begitu ia biasa disapa—dipercaya menggarap master plan dan urban design guidelines sebuah kawasan superblok Beijing Financial Street.

Distrik berisi 35 blok itu, dipadati seribu kantor institusi keuangan lokal dan internasional serta dilengkapi fasilitas turis, seperti hotel dan pusat belanja. Selain di Negeri Panda, buah karya Urbane, yang dimotori Ridwan Kamil itu bertebaran di sejumlah negara. Sebut saja Singapura, Hong Kong, Thailand, Vietnam, Mesir, Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat. Menurut sebuah sumber, omset Urbane Indonesia bisa mencapai Rp 8 milyar per tahun. Wow…

Tidak heran, jika nama dosen arsitektur di Institut Teknologi Bandung ini menjadi semacam ikon daru dalam komunitas urban desain di Indonesia. Selain mahir berkreasi, ia juga aktif menulis tentang isu-isu perkotaan.

Atas dasar itulah, Majalah KIPRAH tempat di mana saya ngamen sebagai penulis sekaligus editor mewawancari salah satu penggiat gerakan Green Cities di negeri ini itu. Nah, ini hasil obrolan saya dengan Emil. Semoga bermanfaat.

Read the rest of this entry »

Filed under: Konstruksi, architecture, biografi, city, kota, metropolitan, profesi, tokoh , , , ,