
mekanisasi pemerahan-- Dalam sehari, kambing-kambing laktasi di peternakannya bisa menyumbang susu 3 liter per ekornya. Dalam satu periode, paling tidak terdapat 200 kambing laktasi.
teks & pics: sofwan ardyanto
Segarnya susu kambing Hay Dairies. Hay Dairies adalah sebuah usaha peternakan mini di sebuah sudut Singapura. Hanya dengan luas lahan 2 hektare, Mr. Hay mampu menjadi salah satu pensuplai besar susu kambing bagi penduduk Kota Singapura. Otak bisnis Mr. Hay dalam mengambil peluang bisnis ternak kambing memang cerdas. Penduduk Singapura yang sudah sangat metropolis sudah tak begitu minat menjadi peternak. “Keluarga saya keluarga peternak, sejak kecil saya sudah ikut beternak. Sekarang pun bisnis di bidang peternakan,” katanya bangga.
Read the rest of this entry »
Filed under: animal interest, bisnis, traveling , bisnis, pertanian, peternakan, singapura
Februari 26, 2009 • 2:52 am
Kemarin, Rabu 25 Februari 2009, Kompas menurunkan tulisan tentang suku Noaulu (baca: naulu), yang hidup di pulau Seram, Maluku Tengah. Saya pun jadi teringat perjalanan saya ke pulau ini tahun 2005 silam. Ya, sehari bersama orang-orang Noaulu, yang identik dengan ikat kepala merah mereka. Lantaran, cerita tentang seorang pemuda Noaulu yang bisa menembus seleksi menjadi anggota Kopassus (baret merah), saya pun ‘memelesetkan’ sebutan suku ini dengan sebutan suku baret merah.
Read the rest of this entry »
Filed under: humanisme, traveling , Maluku, suku bangsa
Akhir pekan lalu, setelah hari Jum’at bertepatan dengan tanggal merah, libur panjang kembali datang. Akhir pekan pun menjadi tambah panjang. Masih terkait dengan konteks akhir pekan, ternyata orang Jakarta paling senang menghabiskan waktu di dalam rumah. Jika pergi ke luar rumah, mal dan pusat perbelanjaan ternyata lebih menarik untuk dikunjungi daripada sanak kerabat.
Read the rest of this entry »
Filed under: city, corat-coret, humanisme, kota, traveling